Home NasionalNusantara Kemenag Solo Meminta Masyarakat Sembelih Hewan Kurban di RPH

Kemenag Solo Meminta Masyarakat Sembelih Hewan Kurban di RPH

oleh Uti Farinzi
 

Kemenag Solo minta masyarakat menyembelih hewan kurban di RPH. (Foto: Istimewa)

 
FAKTUALid –  Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo, meminta kepada masyarakat untuk melakukan penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha mendatang di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Hal ini sesuai dengan surat edaran dari Menteri Agama.
 
“Nah kalau RPH nanti penuh tidak bisa melayani, nanti bisa dilakukan secara mandiri tapi tetap menggunakan protokol kesehatan,” jelas Kepala Kemenag Solo, Hidayat Maskur, kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).
 
Hidayat mengatakan, jika dalam kondisi normal hewan kurban akan dikumpulkan di masjid-masjid. Tetapi karena kondisi di Kota Solo masih dalam PPKM Darurat maka saat ini akan dilakukan dengan berbasis RT atau RW. Atau di lingkungan masing-masing.
 
“Sehingga tidak menimbulkan kerumunan banyak orang. Tidak perlu banyak orang, nanti kalau banyak orang akan repot juga,” katanya.
 
Sedangkan untuk pemotongan hewan kurban, dirinya meminta agar tidak semua dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijah atau pada saat hari raya Idul Adha. Tetapi bisa dilakukan selama hari tasyrik yakni tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijah.
 
“Jika memang semuanya dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah maka semuanya akan menumpuk disitu, makanya kita juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memotong hewan kurban ini sebenarnya tidak hanya pada tanggal 10. Tapi juga bisa dilakukan tanggal 11 ,12 ,13 Dzulhijjah,” jelasnya lagi.
 
Selanjutnya hewan kurban akan dibagikan langsung ke rumah-rumah warga sehingga tidak terjadi kerumunan saat pembagian nanti. Bagi pemotong hewan kurban juga wajib menerapkan protokol kesehatan.
 
“Seperti wajib mengenakan sarung tangan dan tidak bolah ganti alat. Selain itu juga wajib mengenakan masker. Untuk swab antigen bagi pemotong hewan kurban, sampai saat ini belum ada aturannya,” paparnya.
 
Untuk jumlah pemotong hewan kurban, pihaknya juga tidak bisa memberikan batasan minimal. Tetapi dirinya menghimbau agar melibatkan seminimal mungkin agar tidak terjadi kerumunan.
 
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait di Kota Solo untuk memantau kesehatan hewan kurban. Untuk tahun ini diperkirakan jumlah hewan kurban di Kota Solo akan lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
 
Dengan adanya penyekatan dan penutupan jalan selama PPKM Darurat menyebabkan pedagang hewan kurban kesulitan masuk ke Kota Solo.
 
Sementera itu terkait pelaksanaan Sholat Idul Adha, Hidayat mengatakan sesuai dengan instruksi Kementrian Agama, Pelaksanaan Sholat Ied dilaksanakan di rumah masing masing, mengingat kondisi Kota Solo yang sekarang ini masih dalam level empat.
 
“Pelaksanaan salat Idul Adha tetap di rumah masing-masing tidak ada Sholat Idul Adha berjamaah yang dilakukan di masjid atau musala ataupun di tempat lain-lain,” katanya lagi.
 
Untuk Takbiran akan mengacu pada surat edaran dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, yakni  yang boleh takbir hanya Marbot ataupun ahli yang biasa di masjid dan nanti dikumandangkan lewat sound sistem. Masyarakat umum bisa mengikutinya dari rumah masing-masing.
 
“Ya kalau larangan nanti yang membuat dari pemerintah kota. Kalau kami kan sifatnya menghimbau kepada masyarakat,” pungkasnya. (Uti Farinzi) ***
 

Tinggalkan Komentar