Connect with us

Nusantara

Komisi IX Akan Perjuangkan Nasib Nakes Honorer Menjadi ASN atau P3K

Avatar

Diterbitkan

pada

Anggota Komisi IX Edy Wuryanto bersama Ketua IBI Jateng Sumarsih saat peluncuran aplikasi Bubidan di Solo.(Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Komisi IX DPR RI terus memperjuangkan nasib tenaga kesehatan (nakes) honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Menurut Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, panitia kerja (Panja) Nakes Honorer Komisi IX DPR RI akan menyelesaikan masalah nakes honorer se Indonesia.

“Masalahnya hampir sama dengan Guru Tidak Tetap (GTT) yang akhirnya dapat jatah khusus dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB). Memang GTT ini berjuang sudah sejak lama dan berhasil di tahun 2021,” jelas Edy Wuryanto, di sela-sela menghadiri peluncuran aplikasi Bubidan di Swiss Bell Hotel Kota Solo, Jawa Tengah,  Sabtu (8/1/2022).

Menurut Edy, posisi nakes honorer juga sama seperti GTT. Dimana nakes honorer di pemerintah kabupaten/kota dan provinsi harus diselesaikan di tingkat pusat.

“Komunikasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes),  Menpan dan Menteri Keuangan (Menkeu) dibutuhkan untuk mendapatkan formasi khusus untuk nakes honorer,” jelasnya lagi.

Saat ini pihaknya masih menunggu pendataan jumlah nakes nasional. Masalah tersebut harus segera diselesaikan hingga akhir tahun 2022 ini.

Advertisement

“Itu yang akan diseleaaikan oleh Panja Nakes Honorer. Untuk diimintakan alokasi khusus dari Manpan RB. Nakes ternasuk bidan dan perawat ini tenaga strategis, sementara posisi mereka honorer, negara harus konsekuan dengan mereka yang bekerja dengan fungsional seperti mereka,” katanya.

Pada acara tersebut, pihaknya juga meminta kepada pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jateng untuk mendata jumlah bidan dan perawat honorer.

“Tadi dikatakan ada 3.900 bidan honorer dan 7.500 perawat honorer di Jawa Tengah. Data ini yang belum clear, nanti ditabulasi secara nasional berapa ratus ribu nakes honorer dan itu yang akan diselesaikan oleh Panja Nakes,” katanya lagi.

Sementara itu, Ketua IBI Jawa Tengah Sumarsih menambahkan saat ini pihaknya selain mendata jumlah bidan honorer juga fokus terhadap penanganan stunting. Tercatat sebanyak 27.391 bidang di Jawa Tengah yang menjadi bidan pendamping keluarga.

“Kami upayakan data bidan honorer akan tercantum di aplikasi Bu Bidan. Agar datanya update. Sehingga membantu panja nakes honorer menyelesaikan data yang dibutuhkan,” katanya.

Advertisement

Terkait aplikasi Bubidan, CEO Bubidan, Andika mengatakan aplikasi tersebut dibuat untuk menambah pengetahuan dan kemampuan bidan di Indonesia.

“Bidan menjadi garda nakes terdepan di desa. Di era saat ini, bidan harus diupgrade keilmuwan dan kemampuannya. Jadi aplikasi ini saat ini baru untuk bidan tetapi kedepan akam ditingkatkan dan bisa melayani masyarakat,” kata CEO aplikasi Bubidan, Andika.

Aplikasi tersebut menyediakan seluruh kebutuhan bidan mulai dari alat kesehatan, obat-obatan, maupun kebutuhan lain. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement