Nusantara
Baznas Bersama BI Solo dan Pemkot Solo Luncurkan Gerakan Solo Berzakat Dengan QRIS

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming bersama Kepala BI Solo Nugroho Joko Prastowo dan Ketua Baznas Solo meluncurkan Gerakan Solo Berzakat Dengan QRIS. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Solo bersama Bank Indonesia Solo dan Pemerintah Kota Solo meluncurkan Gerakan Solo Berzakat dengan QRIS. Melalui program tersebut saat ini pembayaran zakat, infaq dan sedekah (ZIS) dengan menggunakan QRIS dapat dilakukan dengan cepat, mudah, murah, aman, dan handal (cemumuah), serta tidak terbatas waktu dan lokasi.
Peluncuran Gerakan Solo Berzakat dengan QRIS dilaksanakan di Balai Kota Solo, Jumat (25/03/2022) oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Ditandai dengan dengan simbolisasi pembayaran zakat melalui QRIS Baznas Kota Solo, bersama dengan Ketua Baznas Kota Solo Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, serta Forkompimda Solo.
“Dengan menggunakan QRIS maka pembayaran zakqt, infaq dan sedekah bisa diakses dimana saja, baik melalui kode barcode di setiap masjid atau melalui website Baznas,” jelas Gibran di sela-sela peluncuran.
Pembayaran ZIS dengan QRIS tersebut juga
menyasar pada anak muda yang sudah terbiasa menggunakan non tunai sebagai alat pembayaran.
“Ini kan masih kick off habis ini nanti kita masifkan, kita harus belajar banyak dari Baznas Karanganyar itu kan capaiannya tinggi sekali dan itu kan juga dikembalikan ke warga masyarakat,” jelasnya lagi.
Pihaknya berharap partisipasi masyarakat dan anak-anak muda semakin tinggi dengan adanya pembayaran ZIS dengan QRIS itu. Pembayaran dengan QRIS tersebut sekaligus mencegah tindak penyelewengan terhadap dana ZIS.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan penggunaan QRIS dalam menunaikan ZIS diharapkan dapat meningkatkan kemudahan bagi masyarakat yang kemudian berpotensi meningkatkan realisasi penghimpunan ZIS secara optimal.
“Pembayaran ZIS tidak terbatas waktu dan lokasi. Dengan QRIS, menunaikan pembayaran ZIS diharapkan menjadi lebih mudah sehingga semakin menambah keberkahan ibadah,” kata Nugroho.
Ketua Baznas Kota Solo, M. Qoyim, menambahkan ZIS sebagai instrumen pendistribusian kesejahteraan umat merupakan salah satu potensi penggerak ekonomi yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Baznas Kota Solk perlu terus bertransformasi dalam pengelolaan ZIS untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dengan memanfaatkan digitalisasi,” ujarnya.***














