Nusantara
800 Aparat Keamanan Kosongkan Asrama Mahasiswa Uncen, Temukan Dokumen KNPB Dan Puluhan Sajam

Foto: Istimewa
FaktualID – Dokumen Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan puluhan senjata tajam (sajam) ditemukan saat pengosongan asrama mahasiswa serta rusunawa Universitas Cenderawasih di Waena, Jayapura, Papua, yang berlangsung, Jumat (22/5/2021).
Sebanyak 800 aparat keamanan TNI-Polri dikerahkan untuk melakukan pengosongan asrama mahasiswa dan rusunawa Uncen Jayapura tersebut.
Kapolresta Jayapura Kombes Gustav Urbina mengakui saat pelaksanaan pengosongan menemukan sejumlah atribut dan dokumen Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menjadi organisasi sayap gerakan Papua Merdeka di asrama mahasiswa.
“Saat pengosongan tidak menemukan pengurus dan anggota KNPB, ” katanya seperti dilaporkan AntaraNews.
Dia menambahkan dari hasil pemeriksaan ternyata ditemukan banyak penghuni bukan mahasiswa Uncen.
Selain itu ditemukan kandang ternak serta penghuni yang telah memiliki anak dan tinggal di rusunawa.
Tim gabungan juga menemukan 18 unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil aksi pencurian dalam kegiatan pengosongan asrama dan rusunawa Uncen tersebut.
“Rusunawa diduga menjadi salah satu pusat lokasi persembunyian motor hasil curian di Jayapura,” jelas Kombes Urbinas.
KNPB
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) selama ini dikenal sebagai organisasi politik sebagian rakyat Papua dan sebuah kelompok masyarakat Papua yang berkampanye untuk kemerdekaan Negara Papua Barat.
Bulan Februari 2021 lalu seorang aktivis Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika berinisial ED alias Edo menjalani pemeriksaan intensif di Polres Mimika lantaran diduga memanfaatkan media sosial facebook untuk menghasut generasi muda Papua untuk tidak mengikuti pendaftaran calon Bintara Noken Polri.
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto, di Timika saat itu mengatakan ED sempat diamankan pada Kamis (18/2/2021) petang dan langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
“Setelah dimintai keterangan, yang bersangkutan langsung kami pulangkan. Saat pemeriksaan, dia mengakui membuat postingan di halaman facebooknya yang berisi ajakan kepada generasi muda Papua untuk tidak mendaftarkan diri mengikuti seleksi calon Bintara Noken Polri,” kata AKP Hermanto.
ED mengatakan dirinya bergabung dalam grup media sosial KNPB, salah satu organisasi yang selama ini dikenal sebagai pendukung wilayah Papua melepaskan diri dari NKRI.
Polres Mimika sejauh ini tidak menahan ED, lantaran terkait kasus yang dituduhkan kepadanya belum ada pihak yang membuat laporan resmi ke polisi.
ED diketahui bergabung menjadi anggota KNPB wilayah Timika. Dia diketahui memegang sejumlah posisi penting pada organisasi pendukung kelompok itu, yakni Juru Bicara KNPB Timika dan Koordinator KNPB Sektor Perintis dan sekitarnya.
AKP Hermanto membantah selentingan yang beredar di media sosial di Timika bahwa jajaran kepolisian melakukan penculikan terhadap ED.
“Ada informasi di luar bahwa dia diculik, itu tidak benar. Kami datang ke rumahnya, saat itu di rumah tersebut ada beberapa orang. Saat ditanya keberadaan ED, rekan-rekannya menjawab tidak ada. Ternyata ED bersembunyi di rumah tetangganya,” kata AKP Hermanto.
Bukan kali ini saja ED berurusan dengan aparat kepolisian di Mimika. Sebelumnya, dia pernah terjerat kasus makar dan telah menjalani hukuman penjara di Lapas Timika bersama rekan-rekannya. ***














