Politik
Tekankan Efisiensi dan Transparansi, Prabowo Targetkan BUMN Dipangkas Jadi 250 Perusahaan

Presiden Prabowo saat menutup sarasehan KSTI pada 28 Juni 2026. (Foto : Tim Media Istana)
FAKTUAL-INDONESIA : Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipangkas secara signifikan dari lebih dari 1.000 perusahaan menjadi sekitar 250 perusahaan. Langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi BUMN untuk menciptakan perusahaan negara yang lebih efisien, transparan, dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026).
Mengutip Biro Pers Media dan Informasi Istana Presiden pada Minggu (28/6/2026), Prabowo menjelaskan pemerintah saat ini tengah melakukan penataan besar-besaran terhadap BUMN. Dari sekitar 1.000 perusahaan negara yang ada, lebih dari 200 perusahaan telah ditutup sebagai bagian dari proses konsolidasi. Ke depan, jumlah tersebut akan terus dikurangi hingga tersisa sekitar 250 perusahaan.
“Kita mau sekarang rasional, efisien, dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” kata Presiden.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga berdialog langsung dengan Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengenai target akhir jumlah BUMN yang akan dipertahankan. Menurutnya, penyederhanaan tersebut diperlukan agar struktur perusahaan negara menjadi lebih ramping dan produktif.
Dia menilai banyaknya jumlah BUMN selama ini justru menimbulkan beban organisasi yang besar, mulai dari direksi hingga komisaris, sementara tidak seluruh perusahaan mampu menghasilkan keuntungan. Kondisi tersebut dinilai membebani keuangan negara karena biaya operasional yang tinggi tidak sebanding dengan kinerja perusahaan.
“Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung hanya bayar overhead,” tegasnya.
Selain mendorong transformasi BUMN, Presiden juga menyoroti pentingnya memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. Ia menyambut baik usulan agar setiap BUMN mengalokasikan sebagian laba perusahaan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi.
Namun demikian, Prabowo mengingatkan bahwa kebijakan tersebut harus didukung oleh kondisi keuangan perusahaan yang sehat. Ia mengapresiasi perbaikan kinerja sejumlah BUMN yang mulai mencatatkan keuntungan dalam satu tahun terakhir.
“Ini bagus usulnya. Masalahnya, BUMN-BUMN ini ada labanya enggak? Sekarang mulai ada. Terima kasih Danantara, satu tahun ini sudah mulai ada laba,” ujarnya.
Pemerintah berharap transformasi BUMN yang dibarengi penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan dunia usaha dapat mempercepat terwujudnya industri nasional yang mandiri dan berdaya saing global.
Melalui penyederhanaan struktur perusahaan negara, anggaran diharapkan dapat dimanfaatkan lebih produktif untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***














