Nusantara
Ribuan Rumah Di Pamekasan Terendam Banjir

Salah satu sudut di Pamekasan yang diterjang banjir.
FAKTUAL-INDONESIA: Sebanyak 6.329 kepala keluarga (KK) yang tersebar di sedikitnya 4 kelurahan di Pamekasan, terdampak banjir. Terjangan banjir itu dipicu oleh luapan sungai setempat sejak kemarin hingga dini hari tadi
Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, pihaknya berusaha memfungsikan dua pompa air guna mengalirkan genangan air ke sungai, satu unit eskavator untuk membersihkan dan mengevakuasi material sisa banjir dan untuk mengeruk sedimentasi yang terjadi di sungai. “Kami berharap debit air sungai bisa kembali normal sehingga air yang menggenangi rumah-rumah warga bisa disedot dan dialirkan ke sungai,” ujarnya, Rabu (2/3/2022).
Banjir itu bersumber dari hujan deras yang menyebabkan Sungai Kloang dan Kali Semajid meluap. Empat kecamatan di Pamekasan yang terendam banjir itu meliputi Kecamatan Pademawu, Palengaan, Pamekasan (Kota), dan Kecamatan Proppo. Banjir ini bahkan memamksa warga terdampak untuk dievakuasi ke titik aman yang dipusatkan di Pendopo Budaya, Jl Jokotole, Pamekasan.
Di Kecamatan Pademawu, banjir merendam kawasan permukiman di Desa Budagan yang menyebabkan 2.600 warga terdampak. sedangkan di Desa Lemper, sekitar 750 warga juga terdampak banjir.
Di Kecamatan Palengaan, banjir merendam permukiman warga di Desa Kacok, Desa Palengaan Dhaja, dan Desa Rombuh. Sementara di Kecamatan Pamekasan, 7 kelurahan yangmenjadi korban adalah Barurambat Kota, Barurambat Timur, Gladak Anyar, Jungcancang, Kanginan, Parteker dan Patemon. Sedangkan di kecamatan Proppo, 2 desa yang terendam adalah Desa Kodik dan Desa Samiran.
Untuk meringankan beban para korban, Pemkab bersama sejumlah elemen masyarakat mendirikan dapur umum yang menyediakan kebutuhan permakanan bagi pengungsi dan yang terdampak. Dapur umum tersebut menyediakan 1.500 bungkus paket makanan yang terbagi dalam tiga sesi yakni pagi, siang, dan malam.
Menurut Khofifah, kehadiran dapur umum sangat bermanfaat bagi masyarakat terdampak banjir, karena genangan yang timbul menyulitkan warga untuk memasak. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengingatkan kepada masyarakat Jawa Timur untuk tetap siaga dan waspada lantaran berdasarkan informasi dari BMKG, musim penghujan masih akan berlangsung hingga bulan April – Mei.***













