Nusantara
Minum Kopi Bercampur Racun, Dua Warga Mojokerto Tumbang

Ilustrasi
FAKTUAL-INDONESIA: Kasus keracunan kopi racik yang menimpa seorang penjaga warung kopi (warkop) dan pembeli di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, akhirnya terkuak. Pelakunya Samino Putro (45) yang merupakan suami korban Ponisri, berhasil diamankan tim gabungan dari Polsek Dawarblandong dan anggota Reskrim Polresta Mojokerto.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Rofiq Ripto Himawan menyatakan telah melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) tapi belum bisa memastikan penyebab keduanya keracunan usai minum kopi tersebut. “Yang dicurigai sudah diamankan, tapi saya masih mau mengecek dulu,” ujarnya, Jum’at ( 25/2/2022).
Kedua orang yang mengalami keracunan masing-masing pemilik warung kopi itu sendiri bernama Ponisri (47) dan pelanggan warung, Nurhadi (35). Kronologis kejadian bermula saat Ponisri seperti biasanya, pada kamis (24/2/2022) pukul 05.00 WIB membuka warung di tepi jalan di Mpojokerto itu, sambil menyeduh kopi yang dia ambil dari wadah kaleng yang memang digunakan untuk menyimpan serbuk kopi. Ketika kopi belum banyak diminum, datang pelanggannya, Nurhadi yang juga minta dibuatkan kopi.
Ponisri langsung membuatkan kopi yang juga diambilkan dari kaleng wadah kopi yang sama untuk pelanggan yang masih tetangganya sendiri tersebut. Tak lama kemudian Nurhadi mengeluh pusing kepala, sehingga dia langsung menghabiskan isi gelasnya, membayar lalu pulang untuk istirahat.
Nurhadi merupakakan pedagang sayur keliling yang sebelum berangkat kerja, punya kebiasaan minum kopi terlebih dahulu. “Jadi pemilik warung kopinya baru sedikit yang diminum, tapi Nurhadi menghabiskan satu gelas kopi,” ujar salah satu tetangga, Saniati (52).
Saat tiba di rumah yang tak jauh dari warung kopi tersebut, Nurhadi mengeluhkan sakit kepala yang semakin menjadi, hingga meneriakan takbir “Allahu Akbar’ dari dalam kamar. Sang mertua yang curiga langsung mendatangi kamar Nurhadi dan menemukan menantunya itu dalam kondisi muntah-muntah dan hampir pingsan.
Spontan, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Dawarblandong lalu dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah. Tak lama kemudian, ternyata Ponisri mengalami gejala yang sama dan juga langsung dilarikan ke rumah sakit.
Warga mencurigai suami Ponisri berada di balik kasus keracunan ini. Karena sebelumnya, warga melihat pasangan suami istri itu bertengkar hebat, gara-gara sang suami tidak bekerja.
Kepala Dusun (Kadus) Kemuning, Jali juga mengakui, suami korban sudah meninggalkan rumah sejak dua pekan silam, dan sudah hampir bercerai. Sang suami juga berulangkali mengatakan hendak membunuh istrinya tersebut.
Menurut Jali, suami korban merupakan seorang pencemburu. Saat hendak meninggalkan rumah, ada warga yang melihat dia membawa racun tikus. Warga menduga, sang suami sengaja mencampur serbu kopi milik istrinya itu dengan racun serangga. Tapi apesnya, Nurhadi yang menjadi pelanggannya ikut menjadi korban, karena Ponisri membuat kopi dari wadah yang sama.***














