Nusantara
Dua Tewas Dalam 2 Kecelakaan di Mojokerto

Salah satu korban saat dievakuasi.
FAKTUAL-INDONESIA: Dua orang tewas dalam dua kecelakaan di lokasi berbeda di Mojokerto, Sabtu ( 19/2/2022) hari ini. Salah satunya adalah seorang guru warga Dusun/Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Mojokerto yang sedang dalam perjalanan hendak mengajar di sebuah sekolah di Jombang.
Menurut Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto, Iptu Wihandoko, guru bernama bernama Muhammad Mundhir (57) itu meninggal dunia di lokasi kejadian di jalan raya Trowulan, Kabupaten Mojokerto. “Korban terjatuh ke kolong truk yang tidak diketahui identitasnya,” ujarnya.
Kronologis kejadian bermula saat Mundhir seadang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya, sekitar pukul 07.00 WIB dengan mengendarai motor Honda Supra nopol S 4030 NAR. Saat di lokasi kejadian, korban berusaha mendahului truk dari sisi kiri.
Diduga korban tidak memperhitungkan kondisi jalan yang dilaluinya itu berpasir sehingga korban terjatuh ke kolong sebuah truk yang melaju dari arah yang sama. Kini polisi sedang mempelajari kamera CCTV untuk melacak identitas truk yang menewaskan korban tersbeut.
Sementara kecelakaan kedua terjadi di Jalan Raya Brawijaya Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Tabrakan adu moncong antara sebuah becak motor (bentor) berpenumang dua orang, dengan sebuah mobil pick up itu menewaskan penumpang bentor bernama Laina (31), warga Dusun/Desa Pungging, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
Tabrakan maut itu bermula saat bentor yang dikemudikan (67), warga Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto itu, sedang membawa dua penumpang, berbama Lainah dan Sampeni. Kendaraan itu melaju dari arah Mojosari-Pungging.
Saat bentor itu melintas di jalan raya Brawijaya, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, mendadak bentor itu oleng ke kanan. Padahal dari arah depan sedang melaju sebuah Suzuki pickup nopol W 8417 DT yang dikendarai Muhammad Sodiq (32), warga Dusun Cukurgondang, Desa Bulukandang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.
Karena jarak sudah dekat, tabrakan maut itupun tak bisa dihindarkan. Dua penumpang bentor dan pengemudinya jatuh terguling ke aspal. Warga yang melihat kejadian itu langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof dr Soekandar Mojosari.
Tapi ternyata nyawa Lainah tidak berhasil terselamatkan. Sedangkan pengemudi bentor Juwadi dan Sampeni yang juga ikut terguling ke aspal, mengalami cidera di bagian kepala.***













