Connect with us

Nusantara

BLT Minyak Goreng Disunat, Warga Jombang Demo Di Kantor Desa

Diterbitkan

pada

Warga saat gelar demo di kantor desa. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Belasan warga Desa Gumulan Kecamatan Kesamben Jombang berunjukrasa memprotes pemotongan bantuan langsung tunai (BLT) Minyak Goreng. Mereka mendesak pemecatan bagi oknum perangkat desa yang tega memotong bantuan untuk warga yang sedang kesusahan akibat kenaikan harga tersebut.

Menurut Koordinator aksi, Ahmad Syahril, aksi unjukrasa ini merupakan kali kedua setelah demo sebelumnya tidak ada respon dari pihak terkait. “Kami minta dua perangkat desa segera dipecat. Karena telah melakukan pungli bantuan lasung tunai atau BLT minyak goreng,” ujarnya, Kamis (9/6/2022).

Para oknum aparat desa itu, kata dia, meminta warga penerima bansos Rp300 ribu, untuk memberikan uang Rp25 ribu. Sedangkan yang menerima BLT Rp600 ribu disunat Rp100 ribu.

Praktek itu dilakukan dengan mengerahkan para ketua RT/RW yang mendatangi warga penerima bansos di wilayahnya masing-masing. Mereka diperintahkan oknum perangkat desa itu untuk meminta uang tersebut, dengan dalih untuk pembayaran listrik jalan.

Menurut para penerima bansos, mereka memberikan uang seperti yang diminta karena merasa sungkan. Tapi pungutan itu membuat mereka kecewa dan akhrinya memicu polemik di desa tersebut.

Advertisement

Baru setelah situasi memanas, oknm perangkat desa itu akhirnya mengembalikan lagi uang yang terlanjur mereka pungli dari para warga penerima bansos.

Dalam aksinya warga membawa sejumlah poster yang diantaranya bertuliskan ‘Jare Pak Presiden Pejabat/Perangkat Motong BLT Harus Dipecat’, ‘Pelaku Pungli Wajib Diadili’, ‘Mudun Dewe Opo Didukno’, dan sejumlah tuntutan lainnya.

Aksi unjukrasa warga itu tidak mendapat respon dari perangkat desa. Mereka yang kecewa akhirnya meletakkan poster-poster tuntutan itu di kantor desa.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement