Connect with us

Nasional

Update Korban Tragedi Kanjuruhan Malang: 131 Orang Meninggal, 467 Luka-luka

Avatar

Diterbitkan

pada

Korban Tragedi Kanjuruhan

Update Korban Tragedi Kanjuruhan Malang: 131 Orang Meninggal, 467 Luka-luka (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Polri telah memperbarui data jumlah korban tragedi Kanjuruhan. Jika sebelumnya korban meninggal hanya 125 orang, jumlah korban bertambah enam sehingga totalnya ada 131 orang.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan jumlah tersebut diperoleh setelah dilakukan verifikasi dan pengecekan bersama Dinas Kesehatan, Tim DVI dan direktur rumah sakit.

“Ada tambahan enam korban meninggal dunia, dari 125 orang menjadi 131 orang,” ujar Dedi di Malang, Jawa Timur, dikutip Antara, Rabu (5/10/2022).

Kemudian, Dedi mengatakan pihaknya mencatat ada 467 orang yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Lebih rinci, sebanyak 406 korban luka ringan, 30 luka sedang, dan 29 luka berat.

Baca juga: Buntut Tragedi Kanjuruan, Arema FC Kena Sanksi Denda Rp250 Juta dan Dilarang Bertanding di Kandang

Dedi menjelaskan, terjadi selisih data korban meninggal karena Tim DVI bersama Dinas Kesehatan awalnya mendata korban yang dibawa ke rumah sakit saja. Setelah dilakukan pencocokan data, diketahui ada 12 korban meninggal tidak di fasilitas kesehatan.

Advertisement

Terkait bertambahnya korban tragedi Kanjuruhan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Wijanto membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan, korban tragedi Kanjuruhan yang meninggal dunia bukanlah pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Benar, ada penambahan. Tapi ini bukan penambahan korban meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit,” terang Wijanto .

Dia menambahkan data enam orang korban meninggal dunia baru ditambahkan karena pada saat terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan, korban langsung dibawa pulang sebelum dilakukan pendataan.

Baca juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Pengamat Hifni Hasan: Tangkap Ketua Umum PSSI Iwan Bule dan Dirut PT LIB

“Korban langsung dibawa pulang saat itu. Penambahan data ini dengan kerja keras dan pengecekan di lapangan, dan memang benar ada tambahan enam orang. Tapi, sekali lagi, ini bukan yang meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit,” kata dia.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pecah usai pertandingan Arema FC vs Persebaya, Sabtu malam, (1/10). Dalam pertandingan ini, Arema kalah dengan skor 3-2 dari Persebaya Surabaya.

Advertisement

Petugas kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.***

Lanjutkan Membaca