Nasional
Rahajeng Rahina Kuningan, Hari Kesejahteraan dan Kemakmuran setelah Kemenangan Dharma

Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Pitamaha, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (14/1/2023).
FAKTUAL-INDONESIA: Rahajeng Rahina Kuningan. Selamat Hari Raya Kuningan.
Ucapan Rahajeng Rahina Kuningan ditujukan kepada umat Hindu yang merayakan Hari Raya Kuningan pada Sabtu (14/1/2023).
Hari Raya Kuningan yang jatuh pada Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu (14/1/2023) merupakan raangkaian dari Hari Raya Galungan pada Buda Kliwon Dunggulan, Rabu (4/1/2023) yang lalu.
Pada saat Hari Raya Kuningan, umat Hindu akan menghaturkan persembahan kepada para leluhur, memohon kemakmuran, perlindungan, keselamatan dan juga tuntunan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Dalam pantauan media, perayaan Hari Raya Kuningan selain dilaksanakan umat Hindu di Bali juga di beberapa daerah di Tanah Air.
Umat Hindu di Kalimantan Tengah mengikuti persembahyangan Hari Raya Kuningan di Pura Pitamaha, Palangka Raya.
Di Kalimantan Timur, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Hari Raya Kuningan, aparat Kepolisian Polsek Kaliorang Polres Kutai Timur melakukan pengamanan kegiatan masyarakat persembahyangan Kuningan oleh umat Hindu di Pura Buana Sari yang berada di wilayah hukum polsek Kaliorang Kec Kaliorang Kab Kutim.
Para penganut Agama Hindu di Masohi, Maluku Tengah, Maluku melakukan persembahyangan di Pura Mandala Giri.
Kesejahteraan dan Kemakmuran
Pelaksanaan upacara ataupun persembahyangan dalam rangkaian hari raya Kuningan pun, dilakukan hanya setengah hari saja antara jam 06.00 sampai jam 12.00 atau sebelum tajeg surya (matahari tepat berada di atas kepala, Red).
“Kenapa demikian, karena diyakini Para Dewa diiringi oleh para Leluhur kembali ke Kahyangan sebelum jam 12.00 siang,” kata Guru Agama Hindu SMAN 2 Semarapura, Putu Ayu Ida Wijayanti, Jumat (13/1/2023), seperti dilaporkan nusabali.com .
Setelah tajeg surya atau matahari tepat berada di atas kepala, prosesi setelahnya adalah umat Hindu nantinya akan melakukan kegiatan ngelungsur.
“Kegiatan setelah tajeg surya atau lewat pukul 12.00 siang adalah ngelungsur dan sekalian memakan lungsuran dari apa yang sudah dipersembahkan sebelumnya bersama keluarga,” ucap Ayu.
Setelah merayakan kemenangan dharma atas adharma pada saat hari Raya Galungan, kemudian umat Hindu merayakan hari raya Kuningan yang dimaknai sebagai hari kesejahteraan dan kemakmuran.
“Tumpek Kuningan yang dirayakan sebagai Hari Raya Kuningan, dalam perhitungan kalender Bali jatuh pada setiap Hari Sabtu (Saniscara) Kliwon, wuku Kuningan. Penetapan hari raya Kuningan itu berdasarkan perhitungan Pawukon, jadi jatuh pada setiap 210 hari sekali,” ujar Ayu, Jumat (13/1/2023).
Pelaksanaan upacara hari Raya Kuningan pun diselenggarakan lebih sederhana daripada saat hari Raya Galungan. Ayu menjelaskan, alasan upacara hari raya Kuningan diselenggarakan lebih sederhana karena perayaannya sebenarnya di saat hari Raya Galungan saat para Dewa turun ke bumi untuk memberkati kehidupan di bumi.
“Sedangkan pada hari raya Kuningan, diyakini para Dewa sudah kembali ke Kahyangannya masing-masing setelah memberikan anugerah kemakmuran kepada umat manusia,” jelasnya. ***














