Nasional
Merinding Mendengar Cerita Anak Korban Kecelakaan Maut Muara Rapak Balikpapan

Truk tronton KT-8534-AJ meluncur turun tak terkendali, kemudian menabrak kendaraan-kendaraan yang berhenti saat lampu merah menyala di persimpangan Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat pagi
FAKTUAL-INDONESIA: Az yang berusia empat tahun merupakan anak yang selamat dalam kecelakaan maut Simpang Lima Muara Rapak Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kini Az didampingi UPTD PPA DP3AKB dan PPA Polresta Balikpapan serta keluarga yang ada di Balikpapan dan Samarinda di Klinik Ibnu Sina.
Az sekitar 2-3 jam setelah kecelakaan sempat didampingi oleh Aslinda.
Wanita ini mengaku merinding ketika Az menceritakan kecelakaan yang merengut korban jiwa itu.
“Ada 2-3 jam (mendampingi), dia cerita kejadiannya itu, Ya Allah merinding aku mendengarnya,” ujar Aslinda kepada awak media, Jumat (21/01/2022)
Seperti dipantau dari media Inibalikpapan.com, dalam kecelakaan maut itu, kedua orangtua Az mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan. Sehingga anak tersebut hanya didampingi petugas dan warga yang ada di RS.
“Dia cerita dari atas itu mobilnya kok gak bisa jalan, terus tiba-tiba ada ban besar di atas mobil,” ujarnya.
Menurut Aslinda, anak tersebut, terlihat trauma. Bahkan saat menceritakan peristiwa itu badannya gemetaran. Apalagi di tubuhnya penuh dengan percikan darah orangtuanya.
Aslinda yang ikut membersihkan badan anak tersebut menyatakan, anak tersebut tak mengalami luka.
“Karena percikan dari bapaknya atau mama nya (darahnya). Merinding saya,” katanya. “Saya sempat bersihkan gak ada luka-luka. Dia cerita cerita, trauma, gemetar badannya,” tuturnya.
Anak tersebut diantar bersama bapaknya yang langsung mendapatkan perawatan intensif. Kata dia, bapak anak tersebut masih terlihat sadar dan sempat menitipkan kepada Aslinda.
“Bapaknya sadar tadi, karena parah jadi harus dibawa ambulance. Ibunya saya gak tahu,” ujarnya.
Dia menambahkan, ketika peristiwa tersebut, anak tersebut bersama bapak dan ibunya dari arah Jalan Soekarno Hatta membawa mobil. Ketika itu dia dan bapaknya berada di depan.
Sopir Jadi Tersangka
Sopir truk tronton yang mengalami rem blong telah ditetapkan menjadi tersangka.
Polisi menilai, sopir melakukan dua pelanggaran aturan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Aturan pertama yakni terkait larangan truk melintas di Simpang Rapak, karena sesuai perwali seharusnya maksimal melintas pukul 00.00 WITA.
Aturan kedua, sopir diduga tidak melakukan pengecekan kendaraan saat hendak menempuh perjalanan.
Sehingga didugat kuat, sopir tidak mengetahui bahwa truk tersebut dalam kondisi rem blong.
Sementara itu Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan data terkini sementara korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di lampu merah Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, berjumlah empat orang.
“Mohon izin ralat update terakhir di lapangan yang meninggal dunia empat orang, satu orang masih kritis,” kata Dedi melalui pesan WhatsApp yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kabid Humas Polda Kalimantan Timur diperoleh data korban hingga pukul 11.54 WIB tercatat empat orang meninggal dunia, satu orang kritis, empat luka berat, dan 17 luka ringan.
Para korban dirawat di tiga rumah sakit (RS) rujukan, yakni RS Khanujoso, RS Beriman, dan RS Ibnu Sina.
Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) bergerak cepat untuk mendalami serta mengusut penyebab terjadinya peristiwa kecelakaan beruntun di Balikpapan yang melibatkan satu unit truk tronton dengan belasan kendaraan roda empat maupun dua.
“Mabes Polri akan turunkan tim TAA (traffic accident analysis) Korlantas Polri ke TKP,” kata Dedi.
Menurut Dedi, tim itu akan memastikan penyebab utama dari terjadinya peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
“Untuk back up pembuktian secara ilmiah penyebab kecelakaan menonjol tersebut yang mengakibatkan saat ini empat orang meninggal dunia dan 14 orang luka-luka,” ujar Dedi.
Sejauh ini, kata Dedi, berdasarkan keterangan dari sopir truk tronton tersebut, kendaraan yang dikendarainya mengalami rem blong saat melintas di lampu merah Muara Rapak.
“Keterangan sopir truk tronton pompa angin rem tidak berfungsi sehingga menyebabkan terjadinya rem blong,” ucap Dedi.
Peristiwa kecelakaan beruntun melibatkan truk tronton bermuatan berat menabrak sejumlah yang tengah mengantre di lampu merah Simpang Rapak Jalan Sukarno-Hatta Balikpapan.
Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 06.15 WIB. Dugaan awal truk mengalami rem blong, sementara geografis jalanan lurus menurun dari arah perbukitan.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan berupa enam roda empat terdiri atas dua kendaraan pribadi, dua angkutan kota, dan dua pikap. Sementara itu, kendaraan roda dua berjumlah 14 unit.
Tak Terkendali
Truk tronton KT-8534-AJ meluncur turun tak terkendali, kemudian menabrak kendaraan-kendaraan yang berhenti saat lampu merah menyala di persimpangan Rapak, Jumat pagi.
Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Dirlantas Polda Kaltim) Komisaris Besar Polisi Sony Irawan di tempat kejadian mengatakan bahwa pihaknya mengamankan sopir tronton bernama Muhammad Ali (48) warga Jalan Tanjung Pura, Balikpapan Kota,” kata Kombes Pol. Sony.
Disebutkan pula bahwa sopir ditahan di Polres Balikpapan.
Mengutip keterangan sopir tersebut, Kombes Pol. Sony menuturkan bahwa tronton merah yang dikemudikan Ali berangkat dari pulnya di Jalan Pulau Balang di KM 13 Soekarno-Hatta, Karang Joang, Balikpapan Utara pada pukul 05.00 Wita.
Truk beroda 10 dengan kapasitas angkut 21 ton itu bermuatan kontainer 20 feet, berisi kapur pembersih air seberat 20 ton. Adapun tujuan lokasi di Kampung Baru, Balikpapan Barat.
Ali memilih rute Jalan Soekarno-Hatta atau yang biasa disebut warga sebagai Kilo. Sesampai di Kilo 0,5 di depan Rajawali Foto, menjelang turunan panjang hingga lampu pengatur lalu lintas di depan Bundaran Rapak, Ali menurunkan persneling dari 4 ke 3 dan mengurangi laju kendaraan.
Namun, malang tak dapat ditolak, tepat di depan Polres Balikpapan Utara, truk Ali kehilangan fungsi rem alias rem blong.
Meski laju truk berkurang karena ditahan putaran mesin persneling rendah, tanpa rem dan di jalan turunan, kecepatan truk tak terkendali.
Seperti bola boling yang menghantam jejeran pin pada pukul 06.00 Wita. Truk itu menabrak motor-motor, pikap, mobil-mobil pribadi, dan angkot yang berhenti menunggu lampu hijau menyala di depan Bundaran Rapak.
“Seingat sopir tronton yang pertama kali dia tabrak pengendara sepeda motor,” kata Kombes Pol. Sony.
Truk itu tak berhenti sampai di situ. Masih terus lagi melewati Simpangan Rapak dan Bundaran. Baru benar-benar berhenti di jalan samping Masjid Al Munawar.
Di belakangnya berhamburan korban. Tubuh bergelimpangan, mobil-mobil ringsek, motor-motor remuk. Polisi mencatat dua mobil pribadi, satu angkot biru dan satu angkot merah, juga dua pikap, dan 14 motor rusak berat.
Truk itu juga menyeruduk tiang lampu lalu lintas hingga roboh, dan meratakan pagar pembatas jalan sepanjang turunan itu. ***














