Nasional
Liku-liku Penemuan Helikopter BK117 D3 yang Jatuh dan Terbakar di Kalsel, 6 Jasad Terdeksi Sisanya Hangus

Remisor, warga lokal (kanan atas kiri) dan Tim SAR gabungan berhasil menemukan helikopter BK117-D3 PK-RGH milik PT Eastindo Air yang hilang kontak di kawasan hutan Mentewe, Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan.
FAKTUAL INDONESIA: Perjuangan Tim SAR darat menemukan Helikopter BK117 D3 yang jatuh dan terbakar di kawasan hutan Gunung Belumutan, Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan penuh liku-liku.
Remisor, warga lokal yang pertama kali melihat bangkai helikopter tipe BK117 D3 yang sebelumnya hilang kontak itu, menceritakan bagaimana dia menemukan bangkai pesawat dan potongan badan enam jasad masih bisa terdeteksi dan sisanya hangus terbakar.
Warga Desa Gunung Raya itu menjelaskan awalnya tim berangkat pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 05.00 WITA, di tengah hutan menaiki gunung dan turunan lembah.
“Kami menggunakan titik koordinat yang sebelumnya diberikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Walaupun ada informasi simpang siur, kami tetap pakai petunjuk KNKT,” ujarnya di Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, Rabu malam.
Setelah itu, naik ke Gunung Putar, tidak ada hasil dan lanjut ke Gunung Belumutan. Saat tiba di Gunung Belumutan turun sedikit sekitar pukul 14.45 WITA, terlihat bentuk seperti atap pondok.
“Setelah mendekat ternyata bagian ekor helikopter yang terpisah dari badan, kami yakin itu helikopter setelah mendekat,” tutur Remisor.
Dia mengungkapkan bangkai helikopter yang hangus itu berada 300 meter dari puncak Gunung Belumutan, dan sekitar 300 meter dari titik koordinat saat hilang kontak pada Senin (1/9/2025). “Kemiringan tanah di lapangan 75 derajat, medan cukup sulit,” ungkap Remisor.
Dalam penemuan itu Remisor mengatakan potongan badan enam jasad masih bisa terdeteksi sedangkan sisanya hangus terbakar.
Lebih dari 50 meter dia melihat sebuah jasad dengan kulit berwarna putih dan badan besar dengan posisi tengkurap.
“Di sekitar helikopter yang hangus ini, kayu dan pohon-pohon rusak, sepertinya bekas heli jatuh,” ujar dia.
Setelah itu, Remisor melihat beberapa jasad di sekitar bangkai helikopter yang hangus.
“Kalau tidak salah saat pembongkaran, ada enam jasad yang masih bisa dideteksi. Sisanya hangus terbakar,” ungkapnya.
Remisor menjelaskan jasad itu kemungkinan ada enam badan yang terpotong-potong. Potongan bagian tubuh terpisah, ada bagian kepala, ada kaki, dan ada bagian badan.
“Jadi tadi kami hitung sekitar enam jasad bisa dideteksi, sisanya hangus terbakar,” tuturnya.
Dari enam potongan badan manusia yang terdeteksi, Remisor mengatakan ada dua jasad yang hampir utuh untuk dikenali.
Sebelum menemukan helikopter hangus di lokasi, Remisor yang merupakan warga Desa Emil Baru pada Senin (1/9) sebelum pukul 09.00 WITA, sedang mengantar anak ke sekolah.
Saat akan kembali ke rumah, dia dan warga lain tiba-tiba melihat ke arah atas ada helikopter lewat dengan bunyi yang asing dari biasanya.
Kemudian, helikopter itu menjauh dan hilang tertutup kabut di sekitar gunung.
“Awalnya saya sudah curiga kok suara helikopter ya beda dan berasap, biasanya suara helikopter gagah, tapi ini bunyinya terrrrrkkkkk,” ujar Remisor.
Sementara itu Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo dalam konferensi pers di Banjarbaru, Rabu malam, mengatakan bangkai helikopter ditemukan Tim SAR darat sekitar pukul 14.45 WITA.
“Satu jasad ditemukan sekitar pukul 15.53 WITA, berjarak 100 meter dari bangkai helikopter. Sedangkan tujuh jasad lain masih dilakukan pencarian,” ujar dia.
SRU Darat Alpha Team yang dipimpin oleh Adi Maulana (Koordinator Pos SAR Kotabaru) berhasil menemukan reruntuhan badan helikopter di koordinat 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, sekitar 700 meter dari titik koordinat yang sebelumnya diberikan oleh KNKT.
“Korban telah dilakukan proses body packing dan siap dievakuasi ke Posko Lapangan,” tutur Yudhi.
Helikopter Tipe BK117 D3 milik Estindo Air sebelumnya mengalami hilang kontak saat terbang di sekitar Mentewe, Tanah Bumbu, Provinsi Kalsel pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.54 WITA.
Helikopter tersebut membawa delapan orang, terdiri atas seorang pilot, seorang engineer, dan enam penumpang, yakni Capt. Haryanto, Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.***














