Nasional
Bencana Longsor Samarinda: Terapkan Strategi Khusus, Tim SAR Temukan 2 Korban Tewas, 2 Selamat, 2 Dalam Pencarian

Dalam mengevakuasi korban tanah longsor yang terjadi di kawasan Belimau, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (12/5/2025), SAR Samarinda temukan dua selamat dan dua meninggal
FAKTUAL INDONESIA: Proses evakuasi korban tanah longsor yang menimbun empat rumah di kawasan Belimau, Kelurahan Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), oleh Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan/Search and Rescue (Basarnas), berlangsung sulit.
Koordinator Tim SAR Samarinda Mardi Sianturi di Samarinda, Senin, mengungkapkan proses evakuasi berlangsung sulit akibat kondisi tanah yang labil dan pergerakan tanah yang masih terjadi usai diguyur hujan lebat.
Mardi mengungkapkan, menghadapi hal itu semua tim bekerja bahu membahu sambil menjelaskan tim SAR menerapkan strategi khusus dengan menurunkan alat berat bertonase (ekskavator) rendah terlebih dahulu untuk membuka akses jalan dan memadatkan tanah. Setelah kondisi dinilai lebih aman, alat berat yang lebih besar kemudian diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi.
Tim berhasil menemukan dua orang selamat, dua meninggal dunia, dan dua orang masih dalam pencarian akibat tanah longsor.
Baca Juga : Bencana Tanah Longsor: 3 Rumah Tertimbun di Samarinda, Akses Majalengka – Kuningan Terputus
“Bencana tanah longsor ini terjadi di Jalan Gunung Lingai, Gang Bina Baru, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Peristiwa ini menyebabkan enam orang tertimbun material longsor,” kata Mardi, Senin malam.
Korban selamat atas nama Tajudin (45) dan Sarul (22). Sementara itu, dua korban yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia adalah Hamdana (43) dan Nasrul (25).
Sedangkan dua korban lainnya yakni atas nama Nurul Syakira (17) dan Syafitri (14), masih dalam pencarian.
Ia menjelaskan bahwa operasi pencarian dimulai pada pukul 11.00 Wita, dengan pencarian dibantu dengan dua unit ekskavator dan drone thermal.
“Korban pertama ditemukan pada pukul 15.20 Wita atas nama Hamdana, kemudian disusul penemuan korban kedua yakni Nasrul pada pukul 16.50 Wita. Keduanya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Abd Wahab Syahranie,” ujar Mardi.
Baca Juga : Kali Wanggu Kendari Sultra Meluap Menyebabkan 50 KK Tergenang Banjir, Tana Toraja Darurat Tanah Longsor
Hingga pukul 18.20 Wita, katanya, operasi pencarian dihentikan sementara karena kondisi tanah yang masih labil. Pencarian akan dilanjutkan kembali esok hari, Selasa (13/5), dimulai pukul 08.00 Wita.
Dalam operasi ini, tim SAR menggunakan berbagai perlengkapan seperti mobil rescue, alat ekstrikasi, ekskavator milik Dinas PUPR, drone thermal, serta alat komunikasi dan medis. Kondisi cuaca yang buruk karena masih hujan, menjadi salah satu hambatan utama dalam proses pencarian.
“Kami bersama pihak terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut,” katanya.
Upaya pencarian awal difokuskan di bagian belakang rumah yang tertimbun, di mana tim berhasil menemukan korban pertama, seorang ibu bernama Hamdana, berusia sekitar 50 tahun. Korban ditemukan di dalam kamar bagian belakang dalam kondisi meninggal dunia.
Selanjutnya, tim SAR bergerak ke bagian depan rumah dan kembali menemukan satu korban lagi, seorang anak laki-laki bernama Nasrul, diperkirakan berusia 24 tahun. Nasrul juga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga : Longsor Cangar – Pacet Mojokerto Jatim: 10 Korban Tewas (2 Balita) Ditemukan, Operasi SAR Dinyatakan Selesai
Dia menambahkan, area yang belum sepenuhnya dieksplorasi meliputi bagian kamar depan, ruang tamu, dan teras rumah.
Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarso mengatakan operasi pencarian dan evakuasi akan dilanjutkan pada keesokan harinya.
“Besok (hari ini red) kita lanjutkan kembali. Faktor medan yang cukup berat dan masih hancur menjadi pertimbangan utama. Risiko tinggi memerlukan keselamatan baik tim terpadu pencarian maupun peralatan yang kita miliki,” kata Suwarso.
Dia menuturkan, alat berat yang digunakan dalam proses evakuasi sementara digeser ke area yang lebih rendah untuk keamanan, namun akan kembali disiagakan di lokasi pada pagi hari berikutnya. ***













