News
Kali Wanggu Kendari Sultra Meluap Menyebabkan 50 KK Tergenang Banjir, Tana Toraja Darurat Tanah Longsor

Banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengakibatkan 50 KK terdampak sedangkan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana alam hidrometeorologi
FAKTUAL INDONESIA: Luapan Kali Wanggu dan Kali Lepo-lepo di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membuat 50 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.
Sementara itu Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana alam hidrometeorologi menyusul terjadinya tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari Fadlil Suparman saat dihubungi di Kendari, Jumat, mengatakan bahwa banjir tersebut disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi sehingga banyak rumah terendam di wilayah tersebut.
“Banjir tersebut luapan Kali Wanggu dan Lepo-lepo,” kata Fadlil Suparman.
Baca Juga : Jakarta Kebanjiran Lagi, Hujan Deras dan Ciliwung Meluap 34 RT Terendam Air Capai 2,5 Meter
Dia menyebutkan puluhan rumah yang terendam banjir itu terjadi sekitar pukul 03.00 WITA dengan ketinggian air 30 sentimeter. Hingga saat ini di kawasan tersebut masih terdapat luapan air yang berasal dari kali di sekitar wilayah itu.
“Tadi itu, kami baru pulang dari sana airnya masih ada,” ujarnya.
Dalam pantauan media online seperti dilansir antaranews.com, ia menjelaskan sebagai bentuk upaya penanggulangan,BPBD Kota Kendari telah menyalurkan famili kit sebanyak 12 paket kepada warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut.
Fadlil menambahkan bahwa pihaknya akan fokus membersihkan air di rumah warga yang terdampak banjir luapan Kali Wanggu dan Lepo-lepo. Namun, BPBD Kota Kendari belum bisa membantu warga, sebab air Kali Wanggu masih tinggi.
“Besok, sudah bisa kami bersihkan membantu warga yang ada disana,” ucap dia
BPBD Kota Kendari mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Kendari agar selalu waspada terkait cuaca buruk yang bisa menyebabkan banjir akibat intensitas curah hujan deras di wilayah tersebut.
Baca Juga : Sungai Siak Meluap, 14.200 Jiwa Terdampak Banjir, Dinsos Pekanbaru Kesulitan Distribusikan Bantuan Sembako
“Dari laporan BMKG lima hari ke depan akan menghadapi badai atau cuaca seperti ini, kami harapkan masyarakat agar selalu siaga dan waspada untuk hal-hal yang tidak diinginkan” kata dia.
BPBD Kendari akan mengusulkan status siaga pada Wali Kota Kendari terhadap cuaca buruk yang terjadi di wilayah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Hari Senin, Insya Allah kita akan mengusulkan untuk penetapan status siaga, sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” cakapnya.
Darurat Bencana Longsor
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana alam hidrometeorologi menyusul terjadinya tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Bupati Tana Toraja Nomor 71/IV/Tahun 2025, berlaku selama 14 hari atau sampai dengan 22 April 2025.
Hal ini diketahui sebagaimana dilaporkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Seperti dikutip dari antaranews.com, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya tersebut mengatakan bahwa longsor melanda tiga dusun di Kecamatan Bonggakaradeng, Desa Buakayu, Rabu (16/4) sore, yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi, ditambah dengan kondisi tanah pada lereng bukit yang labil sehingga runtuh ke bawah.
“Sebanyak tiga orang mengalami luka berat dan telah dirujuk ke Rumah Sakit Laki, sementara enam orang lainnya dengan luka ringan dirawat di Puskesmas Buakayu,” kata dia.
Menurut dia, selain korban luka, bencana ini juga menyebabkan kerusakan materiil berupa dua unit rumah dan satu fasilitas ibadah yang rusak berat.
Baca Juga : Bencana Negeriku: Sungai Aworeka di Konawe Sultra Meluap, 400 hektare Sawah Terendam, 200 Lansia Terdampak
Berdasarkan laporan yang diterima BNPB diketahui petugas BPBD Kabupaten Tana Toraja bersama TNI, Polri, dan otoritas terkait di daerah setempat saat ini masih melakukan evakuasi dan membuka akses jalan yang sempat terisolasi menggunakan dua unit ekskavator.
Penetapan status tanggap darurat itu memungkinkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk memberikan bantuan demi percepatan pemulihan dampak bencana ataupun mitigasi sehingga potensi bencana tidak meluas.
BNPB dalam hal ini mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Sekaligus meminta semua pihak untuk rutin memantau prakiraan cuaca harian, membersihkan saluran drainase dan daerah aliran sungai (DAS), serta menyiapkan tas siaga bencana.
“Hal yang perlu diperhatikan apabila hujan lebat terjadi lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 100 meter, masyarakat yang tinggal di sekitar DAS maupun lereng perbukitan disarankan segera melakukan evakuasi sementara ke tempat yang lebih aman,” kata Abdul mengingatkan. ***














