Otomotif
7 Tips atau Cara Memperpanjang Usia Ban Mobil, Simple Banget!

Ilustrasi menambahkan tekanan angin pada ban mobil (Foto: social.selective.com)
FAKTUAL-INDONESIA: Ban merupakan salah satu peranti pada mobil yang memegang peranan vital karena langsung bersentuhan dengan permukaan jalan. Sama seperti mesin, ban juga perlu dicek secara berkala terkait kualitas. Kendati demikian, penting untuk mengetahui cara memperpanjang usia ban mobil supaya awet dan tidak membahayakan.
Mengingat fungsinya yang penting, sangat disayangkan banyak pemilik mobil yang sering menyepelekan peranti tersebut. Kebanyakan orang tidak rutin memeriksa atau bahkan tidak mengganti ban walau cenderung sudah aus atau sudah melewati batas pemakaian.
Perlu diketahui, ban memiliki batas usia tertentu. Jadi, Anda perlu memastikan umur ban saat masih layak pakai agar tidak membahayakan Anda saat berkendara. Lantas, adakah cara memperpanjang usia ban mobil?
Baca juga: 5 Tips atau Cara Merawat Mobil Warna Hitam agar Nampak Mengilap
Berikut beberapa cara memperpanjang usia ban mobil yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Memeriska ketebalan ban
Cara memperpanjang usia ban mobil yang pertama yaitu memeriksa ketebalan ban. Usahakan untuk memperhatikan ban dengan memperhatikan apakah terjadi keausan yang tidak wajar atau benda asing pada tapak atau kembangan ban.
2. Menjaga tekanan udara
Saat Anda membeli mobil, tentu ban mobil Anda disesuaikan dengam jenis mobil tersebut. Setiap produsen telah menetapkan standar tekanan udara sesuai kebutuhan atau jenis serta beban kendaraan. Dianjurkan untuk mengecek ban setidaknya 2 minggu sekali.
Anda dapat menemukan acuan tekanan ban di daerah pintu kanan pengemudi. Hal ini ternyata dapat menunjang stabilitas berkendara, bermanuver, dan meningkatkan efisiensi pada perawatan ban.
3. Melakukan balancing
Cara memperpanjang usia ban mobil berikutnya yaitu melakukan balancing. Balancing adalah penyesuaian atau upaya menjaga keseimbang pada titik vertikal atau horizontal roda dengan cara menambahkan timah pada bagian yang kurang.
Umumnya, balancing dilakukan saat mengganti ban atau velg atau ketika kilometernya sebuah kendaraan mencapai batas yang ditentukan. Anda bisa menjaga keseimbangan ban dengan melaukan balancing secara rutin setiap 1 tahun sekali atau 10,000 kilometer demi menjaga kesehatan ban.
4. Pastikan tutup pentil ban berada di tempatnya
Selain balancing, cara memperpanjang usia ban mobil juga perlu memastikan tutup pentil berada di tempatnya. Hal tersebut memang sering disepelakan banyak pemiliki kendaraan dan dianggap tidak penting.
Baca juga: Simak, 6 Tips Aman Berkendara Saat Hujan yang Sering Diabaikan
Padahal, kehadirannya bisa menjaga dan menghindari hilangnya tekanan ban. Tak hanya tutupnya, ada juga perlu memeriksan pentil ban apakah ada kerusakan atau tidak.
5. Membersihkan kerikil pada ban
Saat mengemudi, Anda sering menemukan kerikil kerap menyelip di bagian sela-sela ban. Biasanya, hal ini terjadi saat melewati jalan bebatuan. Untuk menghindari kebocoran, bersihkan segera bersihkan kerikil yang menempel. Selain itu, ini juga dapat mencegah ban menjadi aus sebelum waktunya.
6. Segera memperbaiki ban kempis
Mobil yang beberapa hari-hari atau minggu tidak digunakan, bisa membuat tekanan angin menjadi berkurang. Pasalnya, hal ini bisa membahayakan pengendara saat mengemudi. Untuk itu, pastikan ketepatan tekanan angin pada ban merupakan hal penting.
Apabila ban dalam kondisi kurang angin atau tekanan, jangan tunda untuk mengecek atau menambahkan tekanan untuk menghindari kerusakan semakin membesar pada lapisan ban.
7. Rotasi ban
Sebagian orang berpendapat, merotasi ban bisa dijadikan cara memperpanjang usia ban mobil. Anda bisa menerpakannya setiap 10.000 kilometer. Mulai saat ini, Anda bisa melakukan rotasi ban, baik secara horizontal ataupun diagonal.
Hal tersebut diketahui dapat meningkatkan efisiensi pada perawatan ban. Dengan begitu, ban memiliki usia pakai yang wajar.***














