Lifestyle
Berikut 5 Rukun Umroh yang Wajib Dipenuhi Beserta Larangannya

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Bagi seseorang beragama Islam, tentu umroh menjadi impian banyak umat muslim. Sebab, ibadah satu ini meski terbilang Sunnah namun dilakukan secara langsung di kota suci Mekkah. Bagi Anda yang ingin melaksanakannya, tentu perlu mengetahui apa saja rukun umroh agar ibadah ini bisa diterima.
Pengertian umroh adalah ziarah yaitu menziarahi Kakbah dan melakukan thawaf di sekelilingnya. Melansir perpustakaan digital UIN Walisongo yang mengambil dari buku Fiqih Praktis karya Al Habsi dkk, pengertian umroh berlanjut dengan sa’i dan tahalul.
Agar setiap ibadah diterima, Anda perlu memerhatikan rukun, termasuk umroh. Jika rukun umroh tidak dipenuhi, bisa jadi ibadah tersebut tidak diterima. Rukun ibadah ini merupakan rangkaian aktivitas yang dilakukan dalam ibadah umroh.
Baca juga: Dukung Kegiatan Umroh, Garuda Kembali Buka Penerbangan Langsung Makassar-Madina
Berbeda dengan haji, pelaksanaan umroh dapat dilakukan kapan pun sepanjang tahun. Namun, banyak yang memilih pergi ke Tanah Suci Mekkah pada bulan Syawal. Sebelum pergi umroh, terdapat sejumlah rukun yang perlu diterapkan supaya ibadah umroh jadi sempurna atau sah.
Berikut beberapa rukun umroh yang perlu diperhatikan, yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Niat atau Ihram

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Rukun umroh yang pertama yaitu niat atau ihram. Apapun kegiatan, termasuk ibadah, yang dilakukan harus dilandaskan dengan niat terlebih dahulu. Dalam ibadah umroh, umat muslim wajib untuk mengenakan pakaian ihram dan melakukan niat dari Miqat (titik awal memulai umroh).
Ihram merupakan pakaian yang tidak dijahit dan dikenakan oleh pria serta tidak diperbolehkan mengenakan penutup. Sedangkan untuk wanita, ihramnya adalah memakai pakaian apa saja asal menutup aurat dan dilarang mengenakan penutup muka serta kaos tangan.
Dalam melaksanakan umroh, umat muslim diharuskan untuk tidak melanggar larangan yang dapat membatalkan umroh.
2. Tawaf

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Tawaf yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. Rukun umroh ini berawal atau dimulai dari Hajar Aswad dan dianjurkan untuk mengusap Hajar Aswad ketika melewatinya lalu mengucapkan Allahu Akbar. Dianjurkan juga mengusap Hajar Aswad saat melewatinya.
Bila tidak memungkinkan untuk mengusap Hajar Aswad, jama’ah diperbolehkan dengan hanya memberi isyarat berupa lambaian tangan ke arah Hajar Aswad. Seseorang yang sedang Tawaf juga diperbolehkan berdzikir ataupun melafadzkan doa atau harapan yang dimiliki.
3. Sa’i
Rukun umroh berikutnya yaitu Sa’i. Pengertian Sa’i yakni berlari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan dilakukan sebanyak 7 kali. Saat melakukannya, tidak ada doa yang wajib dibacakan, sehingga dalam melakukan Sa’i diperbolehkan untuk memanjatkan doa yang diinginkan.
Sa’i sebaiknya dilakukan bersambung dengan tidak diselingi ngobrol, ke kamar mandi, atau kegiatan lain. Rangkaian ibadah Sa’i ini berasal dari kisah Siti Hajar ketika mencarikan minum bagi Ismail saat masih kecil. Siti Hajar kala itu berlari mencari air dari sumber mata air yang kini dikenal dengan mata air zam-zam.
Baca juga: Resmi, Biaya Haji Tahun Ini Rp39,8 Juta
4. Tahallul
Selain Sa’I, rukun umroh lainnya adalah tahallul. Tahallul merupakan melepaskan diri dari larangan ihram diantaranya seperti menggunting rambut paling sedikit 3 helai. Setelah jamaah melakukan Tahallul maka dirinya telah terbebas dari larangan selama ibadah umroh.
Rangkaian ibadah ini dilakukan di luar Masjidil Haram dekat Bukit Marwah. Di tahap ini, jamaah pria umumnya ada yang memilih botak, sedangkan wanita memilih mencukur sedikit rambut di balik hijab.
5. Tertib

Foto Ilustrasi (Istimewa)
Rukun umroh yang terakhir adalah tertib. Tertib memiliki maksud bahwa para jama’ah harus melaksanakan segala rukun umroh satu persatu atau sesuai urutan dan aturan yang ditetapkan. Pastikan ketika melaksanakan rukun umroh kamu tidak boleh melewatkan atau melompati rangkaian ibadah umrh.
Semua kegiatan dilakukan dengan tenang, antri, tanpa mengganggu ibadah dan kenyamanan jamaah lain.
Larangan saat Umroh
- Memotong/mencukur/mencabuti rambut atau bulu badan
- Memotong kuku
- Memakai minyak wangi
- Menutup kepala langsung bagi laki-laki
- Memakai baju/pakaian yang dijahit sesuai dengan bentuk tubuh
- Berburu hewan buruan darat
- Melakukan akad nikah, menikahkan, dan melamar
- Melakukan hubungan suami istri
Demikian penjelasan tentang rukun umroh beserta larangannya. Sebelum menunaikan umroh, lebih baik cari tahu dulu guna memahami agar ibadah umroh diterima ketika Anda. Ketika satu rukun saja terlewat, kemungkinanan besara ibadah umroh tidak sah.***













