Connect with us

Lifestyle

Business Plan yang Salah Sering Bikin Usaha Bangkrut

Diterbitkan

pada

Bisnis cafe marak di masa pandemi. (Ist).

Bisnis cafe marak di masa pandemi. (Ist).

FAKTUAL-INDONESIA: Pandemi Covid-19 bagi sebagian orang bisa saja menjadi petaka. Banyak usaha gulung tikar karena pergerakan masyarakat dibatasi. Tapi tidak demikian halnya bagi para pelaku kuliner.

Banyak pelaku bisnis kuliner justru mendapat keuntungan dengan adanya pandemi. Mereka lebih lincah berkreasi dan menciptakan varian-varian baru dalam menjalankan bisnisnya.

Salah satu pendiri dan Chief Innovation Officer Burgreens, Max Mandias mengatakan, momen ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun strategi bisnis efektif agar dapat bertahan.

“Sesuatu yang tidak pasti seperti pandemi sebenarnya bisa jadi peluang untuk review lagi konsep dan strategi bisnis,” kata Max dalam konferensi pers daring festival kreatif Ideafest 2021 di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Dikatakan Max, pandemi membuat banyak pebisnis terpaksa menutup usahanya, tapi di sisi lain banyak juga pebisnis kecil yang bermunculan menawarkan hal yang baru. Sebagai contoh, kafe atau kedai kopi yang biasanya menjadi tempat nongkrong memakai strategi menjual kopi dalam kemasan besar agar konsumen bisa tetap menikmati minuman kesukaan mereka di rumah saja. Gerai makanan pun membuat kemasan siap masak agar konsumen dapat mengolahnya secara mudah di dapur masing-masing.

Advertisement

Dia meyakini lambat laun mobilitas akan kembali normal dan aktivitas masyarakat yang selama dua tahun banyak menghabiskan waktu di rumah akan kembali seperti sebelum pandemi. Tugas yang harus diemban para pebisnis kuliner saat ini adalah lihai beradaptasi dan bertahan hingga masa yang dinantikan itu tiba.

“Karena sifat dari industri kuliner itu menantang, banyak niche, cepat berubah. Di sisi itu, pandemi mengajari kita lebih lihai dan lincah mengubah perubahan menjadi peluang,” katanya.

Praktisi bisnis consumer goods Akhmad Saeful berpendapat, ada segitiga bisnis yang harus selalu ditanamkan di dalam pola pikir para pengusaha, yakni tujuan dalam membangun bisnis sebagai pondasi jangka panjang, sumber daya manusia yang jadi kunci operasional, serta proses dimana kreativitas dan komunikasi punya peran penting.

Akhmad menekankan, pemahaman tentang model bisnis dan rencana bisnis adalah hal yang wajib dimiliki setiap calon pengusaha sukses.

“Ada pendapat bahwa jalan menuju sukses itu banyak polanya dan tidak harus sama antara satu pengusaha dan pengusaha sukses lainnya. Tapi pola menuju gagal itu seringkali sama, salah satunya adalah dengan tidak memiliki business plan,” ujar Akhmad. ***

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement