Kesehatan
Anak Disleksia Bukan Berarti Bodoh atau Keterbelakangan Mental

Foto: Istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Anak di awal studinya memperoleh nilai yang tidak memuaskan perlu ditelusuri penyebabnya.
Salah satu penyebabnya bisa disleksia atau gangguan belajar pada anak
Disleksia.adalah suatu gangguan belajar pada anak, yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, mengeja atau berbicara dengan jelas ini, tidak dapat dibiarkan, namun sebaliknya harus mendapat penanganan intensif.
Perlu pemeriksaan untuk mendiagnosis anak mengalami Disleksia atau tidak, karena tidak semua anak kesulitan membaca, menulis, mengeja atau berbicara mengalami Disleksia. Psikolog Tiara Erlita menyebutkan, Disleksia bentuk gangguan neurologis pada syaraf yang biasanya bersifat genetis.
“Jadi kalau ada orang tua yang dulu punya riwayat sulit membaca atau lamban, sulit memahami bacaan, perlu diperhatikan kalau anak juga memiliki kesulitan yang sama,” ujar Tiara seperti dikutip dari rri.co.id, Minggu (31/10/2021).
Orangtua harus peka melihat perkembangan pembelajaran anak, mengingat ada dampak yang akan dialami bagi perkembangan kehidupan sosial dan psikologi anak itu sendiri jika tidak segera tertangani, misalnya masalah belajar dan memahami materi, masalah sosial hingga tidak bisa mengendalikan emosi.
Untuk itu, menurut Tiara, orangtua dapat memiliki perhatian pada anak, guna memastikan anak mengalami Disleksia atau tidak, sehingga bisa mendapatkan penanganan dengan metode khusus membantu anak dalam proses pembelajaran, terlebih disleksia tidak dapat terlihat kasat mata.
Meski demikian, anak yang mengalami disleksia tidak bukanlah anak yang bodoh atau keterbelakangan mental, justru terkadang memiliki kecerdasan diatas rata – rata dan keunikan tersendiri.***













