Connect with us

Lifestyle

6 Manfaat Biji Rami, Dapat Mengontrol Berat Badan

Diterbitkan

pada

manfaat biji rami

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Apakah kamu mengetahui manfaat biji rami bagi kesehatan? Biji rami merupakan makanan nabati yang mengandung berbagai nutrisi, seperti lemak sehat, antioksidan dan serat.

Beberapa orang menyebutnya sebagai “makanan fungsional” yang artinya bahwa seseorang dapat memakannya untuk meningkatkan kesehatan mereka.

Biji rami disebut juga sebagai flax seed yang ditanam di Mesir kuno dan Cina. Sementara itu di India, biji rami telah berperan dalam pengobatan ayurveda selama ribuan tahun.

Saat ini biji rami tersedia dalam bentuk biji, minyak, bubuk, kapsul, tablet dan tepung. Orang menggunakannya sebagia suplemen makanan untuk mencegah sembelit, diabetes, kanker, penyakit jantung hingga kolesterol tinggi.

Berikut beberapa manfaat biji rami untuk kesehatan tubuh yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.

Advertisement

1. Mengurangi Risiko Kanker

Manfaat biji rami yang pertama adalah dapat mengurangin risiko kanker. Lignan merupakan senyawa tanaman yang memiliki sifat antioksidan dan estrogen yang keduanya membantu menurunkan risiko kanker dan meningkatkan kesehatan.

Studi observasional dari Journal of Applied Physiology Nutrition and Metabolism, menunjukan bahwa mereka yang mengonsumsi biji rami memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara, terutama wanita pasca menopause.

Tidak hanya wanita, pria juga bisa mendapat manfaat dari mengonsumsi biji rami. Dalam sebuah penelitian yang terangkum dari Journal of Urology terhadap 15 pria, mereka yang diberikan 30 gram biji rami sehari saat mengikuti diet rendah lemak menunjukkan kadar penanda kanker prostat, menunjukkan risiko kanker prostat yang lebih rendah.

2. Menurunkan Kolesterol

Manfaat biji rami yang kedua adalah menurunkan kolesterol. Dalam satu penelitian di Biomedical Journal yang dilakukan pada orang yang memiliki kolesterol tinggi, mengonsumsi 3 sendok makan bubuk biji rami setiap hari selama 3 bulan menurunkan kolesterol total sebesar 17 persen dan kolesterol LDL jahat hampir 20 persen.

Studi lain terhadap penderita diabetes menemukan bahwa mengonsumsi 1 sendok makan bubuk biji rami setiap hari selama satu bulan menghasilkan peningkatan 12 persen kolesterol HDL baik.

Advertisement

3. Mengontrol Gula Darah

Manfaat biji rami yang ketiga adalah mengontrol gula darah. Diabetes tipa 2 merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Penyakit ini ditandai dengan kadar gula darah tinggi sebagai akibat dari ketidakmampuan tubuh untuk mengeluarkan insulin atau resistensi terhadapnya.

Penelitian telah menemukan bahwa serat tidak larut memperlambat pelepasan gula darah ke dalam dan mengurangi gula darah. Namun, satu penelitian tidak menemukan kadar perubahan gula darah atau peningkatan dalam manajemen diabetes.

4. Mengontrol Berat Badan

Manfaat biji rami yang keempat adalah mengontrol berat badan. Jika kamu memiliki kecenderungan untuk mengemil di antara waktu makan, kamu mungkin perlu mempertimbangkan untuk menambahkan biji rami ke dalam minuman untuk mencegah rasa lapar.

Satu studi dari Journal of Appeite menemukan bahwa 2,5 gram ekstrak serat rami ke dalam minuman dapat mengurangi rasa lapar dan nafsu makan secara keseluruhan. Rasa lapar berkurang kemungkinan karena kandungan serat larut biji rami.

Baca juga: 6 Cara Menurunkan Berat Badan yang Perlu Kamu Terapkan

5. Menurunkan Tekanan Darah

Sebuah penelitian di Kanada yang dipublikasikan pada Hypertension menemukan bahwa makan 30 gram biji rami setiap hari selama 6 bulan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing sebesar 10 mmHg dan 7mmHG.

Advertisement

Bagi kamu yang sudah minum obat tekanan darah, biji rami menurunkan tekanan darah lebih jauh dan menurunkan jumlah pasien dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol selama 17 persen.

Baca juga: 7 Cara Menurunkan Darah Tinggi

6. Kaya akan Serat Makanan

Manfaat biji rami yang terakhir adalah kaya akan serat makanan. Biji rami mengandung 2 jenis serat makanan, yaitu serat larut dan serat tidak larut.

Kedua serat ini difermentasi oleh bakteri di usus besar, menumpuk tinja dan membuat kamu buang air besar dengan lebih teratur.

Di satu sisi, serat larut meningkatkan konsistensi isi usus dan memperlambat laju pencernaan. Ini telah terbukti membantu mengatur gula darah dan menurunkan kolesterol.

Serat juga berguna untuk mencegah sembelit dan bagi kamu yang memiliki sindrom iritasi usus besar atau penyakit diertikular.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement