Lifestyle
7 Jenis Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia dan Negara Lain

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUALid – Jenis vaksin Covid-19 semakin bervariasi. Para peneliti terus mengembangkan berbagai jenis vaksin Covid-19 agar masyarakan dunia memiliki imun yang kuat dalam mencegah Virus Corona. Di Indonesia, sudah ada 7 vaksin Covid-19 yang sudah digunakan. Meski demikian, ternyata masih banyak sekali jenis vaksin yang digunakan oleh masyarakat dunia lainnya.
Berikut beberapa jenis vaksin Covid-19 yang sudah faktualid.com rangkum dari orami.co.id.
Daftar isi
Jenis Vaksin di Indonesia
1. Pfizer-BioNTech
Jenis vaksin Covid-19 yang pertama adalah pfizer-BioNTech. Vaksin jenis ini telah mengajukan penggunaan darurat vaksin voirus corona yang diproduksinya ke BPOM AS dan Eropa. Pfizer-BioBTech ini juga menyatakan bahwa hasil vaksinnya sudah digunakan di Eropa bahkan di Australia.
Penggunaan itu akan mulai dilakukan setelah pengajuan persetujuan penggunaan darurat Uni Eropa yang disetujui oleh European Medicines Agency (EMA). Di Indonesia sendiri, vaksin Pfizer sudah digunakan untuk kelompok yang memiliki komorbid dan ibu hamil.
Baca juga: Catat, 8 Hal Sebelum Vaksin yang Perlu Anda Ketahui
2. Moderna
Jenis vaksin Covid-19 yang kedua adalah moderna. Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Moderna telah diklaim memiliki efektivitas sebesar 95,4 persen. Pada akhir November lalu, Moderna menyatakan telah mengajukan izin penggunaan darurat untu vaksin Covid-19 kepada regulator Amerika Serikat dan Eropa.
Perusahaan tersebut mengklaim efektivitas suntikan dan catatan keamanan vaksin virus corona buatannya baik. Di Indonesia sendiri, jenis vaksin Covid-19 yang satu ini sudah mulai digunakan sejak Agustus 2021 dan digunakan untuk kelompok ibu hamil.
3. Bio Farma
Jenis vaksin Covid-19 yang ketiga adalah Bio Farma. PT Bio Farma (Persero) merupakan produsen vaksin dalam negri. Demi mengatasi pandemi, pemerintah melakukan beberapa hal, termasuk pengadaan vaksin Covid-19. Ada dua jalur yang ditempuh oleh pemerintah untuk pengadaan vaksin yang melibatkan perusahaan BUMN yang satu ini.
Pertama, pemerintah melalui Bio Farma menjalin kerjasama dengan perusahaan vaksin asal Tiongkok, Sinovac Biotech, kedua mengadakan vaksin dalam negri yang disebut vaksin merah putih.
Baca juga: 9 Manfaat Buah Sirsak bagi Kesehatan, Memperkuat Imun Tubuh
4. Sinovac
Jenis vaksin Covid-19 yang keempat adalah Sinovac. Vaksin Sinovac merupakan vaksin berjenis inactivated Vaccine. Inactivated vaccine merupakan vaksin yang menggunakan virus lemah atau inaktivasi dari virus untuk memancing respons imun.
Vksin Sinovac juga telah melakukan uji coba Fase III di Brazil dengan nama CoronaVac. CoronaVac saat ini telah memasuki uji coba fase 3. Sinovac melakukan uji coba terhadap vaksin buatannya di Brazil, Bangladesh dan juga Indonesia.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Solo Capai 92,58 Persen
5. AstraZeneca
Jenis vaksin Covid-19 yang kelima adalah AstraZeneca. Uji coba yang dilakukan AstraZeneca dan Universitas Oxford menunjukan vaksin virus corona produksinya memiliki keefektidan rata-rata 70 persen.
Data menunjukkan bahwa vaksin AstraZeneca menunjukkan respons imun yang kuat pada orang tua. Saat ini uji coba pada 20.000 sukarelawan masih berlanjut. Vaksin AtraZeneca sendiri disebut sebagai salah satu vaksin yang disebut ampuh untuk melawan Covid-19 Varian Delta. Hasil studi terbaru menunjukkan vaksin ini efektif melindungi kita dari varian Delta.
Jenis Vaksin Di Dunia
6. Vaksin NovaVac
Jenis vaksin Covid-19 yang keenam adalah Vaksin NovaVac. Vaksin ini dinilai 90 persen efektif terhadap infeksi simtomatik yang dikonfirmasi laboratorium. Para peneliti pun mengatakan jenis vaksin yang satu ini dapat melindungi kelompok masyarakat seperti lansia.
7. Vaksin Johnson & Johnson
Jenis vaksin Covid-19 yang terakhir adalah Vaksin Johnson & Johnson. Vaksin jenis ini memang tidak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Meski demikian, vaksin dosis tunggal ini disebut efektif dalam memberikan perlindungan terhadap varian delta.
Vaksin jenis ini juga diklaim dapat membantu pencegahan rawat inap serta kematian akibat virus Covid-19. Data yang disampaikan bahwa daya tahan respons imun pada penerima vaksin ini setidaknya berlangsung selama 8 bulan dan mampu memberikan perlindungan dari infeksi virus corona varian Delta.***














