Connect with us

Lifestyle

7 Jenis Insomnia Mulai dari Gejala Ringan Hingga Berat

Diterbitkan

pada

jenis insomnia

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUALid – Insomnia merupakan dimana kondisi anda merasa sulit tidur atau sulit untuk tidur nyenyak. Kondisi ini bahkan bisa terus berlanjut dan menjadi kronis membuat anda sama sekali tidak bisa tidur. Bila anda mengalami gangguan tidur seperti ini, biasanya saat bangun tidur anda akan berasa lelah. Akibatnya aktivitas besok hari akan terganggu. Untuk itu anda perlu mengetahui beberapa jenis insomnia.

Penyebab insomnia paling umum adalah kecemasan, stres, dan kebiasaan tidur yang buruk. Tidak jarang kebanyakan orang insomnia mengatasi masalahnya dengan mengkonsumsi obat tidur.

Insomnia sendiri terdiri dari beberapa jenis. Jika membahas berdasarkan penyebabnya, Insomnia dibedakan menjadi dua, yakni insomnia primer dan insomnia sekunder. Insomnia primer biasanya terjadi bukan karena gangguan kesehatan lainnya, sedangkan insomnia sekunder biasanya terjadi karena ada gangguan kesehatan tertentu.

Selain itu, insomnia juga dibedakan berdasarkan lama waktu terjadinya, yakni insomnia akut dan insomnia kronis. Insomnia akut terjadi dalam waktu yang relatif pendek karena sebab tertentu seperti gugup mendekati masa ujian, biasanya insomnia jenis ini hanya berlangsung selama satu malam atau beberapa minggu.

Sedangkan insomnia kronis terjadi pada rentang waktu yang cukup panjang dan terjadi karena kondisi psikologis yang tidak baik yang bisa berjalan selama beberapa hari, minggu, hingga beberapa bulan.

Advertisement

Tidak hanya seperti yang sudah diatas, faktualid.com sudah merangkum dari beberapa sumber 7 jenis insomnia secara umum yang wajib anda ketahui.

1. Insomnia Akut

Jenis insomnia yang pertama adalah insomnia akut. Insomnia akut adalah kondisi saat anda mengalami masalah susah tidur dalam jangka waktu yang pendek. Kondisi ini biasanya muncul akibat situasi yang menyebabkan stres, seperti kehilangan orang tersayang hingga perubahan pada hubungan atau pekerjaan.

Gangguan tidur ini biasanya bertahan hingga tiga bulan. Namun, insomnia akut bisa lebih cepat hilang setelah anda mengatasi penyebab stres tersebut. Akan tetapi, saat tidak bisa mengatasi kondisi tersebut, insomnia akut bisa berubah menjadi insomnia kronis.

Kondisi ini bia terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa. Hanya saja, jenis insomnia ini lebih sering terjadi pad wanita dibandingkan laki-laki. Saat wanita mengalami jenis insomnia ini, bisa saja karena sedang hamil atau menopause.

2. Insomnia Pada Anak-Anak

Jenis insomnia yang kedua adalah insomnia pada anak-anak. Dilansir dari American Academy Of Sleep Medicine, ada dua jenis insomnia yang bisa terjadi pada anak-anak. Jenis insomnia yang pertama adalah sleep-onset insomnia, yaitu gangguan tidur pada anak karena terbiasa tidur dalam keadaagn digendong, atau berada di tempat tidur orang tuanya. Artinya, anak-anak tidak bisa tidur tanpa hal tersebut.

Advertisement

Saat anak tidak memiliki jam tidur yang tetap, risiko insomnia pada anak juga akan meningkat. Biasanya, anak baru akan tidur jika orangtua atau pengasuhnya memaksanya lebih rentap pada kondisi ini. Sementara anak yang sudah tidur pada waktu yang teratur justru jarang mengalaminya.

Baca juga: 7 Manfaat Push Up Bagi Kesehatan, Bisa Mencegah Insomnia

3. Insomnia Kronis

Jenis insomnia yang kedua adalah insomnia kronis. Jenis insomnia yang satu ini biasanya berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Anda mungkin yang mengalami insomnia jenis ini memiliki kesulitan susah tidur lebih dari tiga minggu atau bertahan lebih dari tiga bulan.

Penyebab insomnia kronis ini bisa beraneka ragam. Bisa jadi karena adanya situasi yang membuat anda menjadi stres, sering mimpi buruk atau pola tidur yang berantakan. Tidak hanya itu, penggunaan obat dan gangguan tidur lainnya bisa jadi penyebabnya juga.

4. Insomnia Karena Kondisi Medis

Jenis insomnia yang kedua adalah insomnia karena kondisi medis. Insomnia jenis ini biasanya terjadi karena adanya masalah kesehatan mental seperti depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, hingga ADHD yang bisa menyebabkan masalah tidur.

Advertisement

Tingkat keparahan jenis insomnia ini berhubungan langsung dengan seberapa parah kondisi atau gangguan mental yang dialami. Namun, pengobatan kedua kondisi ini akan dipisah karena anda memiliki tingkat insomnia yang sangat parah.

Artinya, anda perlu melakukan pengobatan khusus untuk insomnia saat sedang menjalani pengobatan untuk kesehatan mental anda. Oleh sebab itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan yang sedang anda konsumsi saat ini untuk menghindari interaksi obat dan hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Insomnia Campuran (Mixed Insomnia)
Jenis insomnia yang kelima adalah Insomnia Campuran. Kondisi ini menjelaskan tentang jenis insomnia campuran yang terjadi akibat kombinasi dari gangguan sleep onset, tidak bisa menjaga kualitas tidur dan sering terbangun di pagi hari.

6. Insomnia Sleep Onset

Jenis insomnia yang ketiga adalah insomnia sleep onset. Jenis insomnia yang satu ini biasanya ditandai dengan gejala susah tidur, Meskipun sudah mengantuk dan berusaha tidur. Biasanya orang yang mengalami insomnia jenis ini mengalami kondisi tidak bisa tidur walaupun sudah 20-30 menit berada ditempat tidur.

Akibatnya, anda akan terus terbangun selama berjam-jam. Tidak heran jika kondisi ini dapat memotong waktu tidur anda dan menyebabkan kelelahan pada esok harinya. Jenis insomnia yang satu ini bisa terjadi karena kondisi medis atau masalah pada kesehatan mental yang sedang anda alami. Seperti, stres berat. gangguan kecemasan, hingga depresi.

Advertisement

7. Insomnia Akibat Obat-Obatan tertentu

Jenis insomnia yang terakhir adalah insomnia karena obat-obat an tertentu. Jenis insomnia yang satu ini terjadi akibat asupan stimulan dari konsumsi obat-obatan tertentu. Contohnya seperti makanan pedas yang bisa membuat perut dan tubuh anda terasa panas hingga sulit untuk tidur.

Artinya, anda perlu mengurangi zat yang membuat anda menjadi sulit tidur. Hal ini juga berlaku untuk zat lainnya yang dapat membuat anda mengalami gangguan tidur yang satu ini. Lebih baik berhenti agar bisa tidur nyenyak. Tidak hanya itu, dengan menghentikan penggunaan zat tersebut, anda juga menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement