Connect with us

Kesra

Turunkan Angka Stunting, Temanggung Terjunkan 1.827 Pendamping Keluarga

Diterbitkan

pada

Foto: Ilustrasi

 

FAKTUAL-INDONESIA: Pemkab Temanggung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB), menerjunkan 1.827 pendamping keluarga untuk menurunkan angka kekerdilan (stunting).

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPPPAPPKB Kabupaten Temanggung, Khabib Mualim, kasus sunting yang menimpa anak-anak perlu ditangani secara serius, mengingat jumlahnya cukup tinggi.

“Kasus stunting di Temanggung, dari hasil rapat koordinasi terakhir tercatat masih ada 4.200 anak,” kata Khabib, akhir pekan ini.

Bahkan bila ditelusuri lebih mendalam, kasus stunting di Temanggung bisa lebih banyak lagi. Sebab tidak sedikit di antaranya “lulus” stunting karena usia. Yakni kondisi tubuh masih stunting, tetapi usia telah lebih dari lima tahun.

Advertisement

Ia mengatakan, berdasarkan data evaluasi Provinsi Jawa Tengah, kasus kekerdilan di Temanggung terdapat satu anak stunting dari empat anak atau 23 persen dari populasi.

Pemerintah menargetkan tahun 2024 angka kekerdilan turun menjadi 14 persen. Melalui pendampingan, diharapkan Dinas terkait dapat melakukan intervensi agar target yang diharapkan bisa tercapai.

“Menyikapi masih tingginya kasus kekerdilan tadi, kami telah mempersiapkan tim pendamping keluarga,” katanya.

Khabib mengatakan, dari 1.827 pendamping keluarga tersebut, terbagi menjadi 609 tim, masing-masing tim ada tiga orang terdiri atas tenaga kesehatan (Bidan), kader PKK, dan kader KB.

Dikatakan, tim pendamping keluarga bertugas mencari faktor risiko pada calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca bersalin, dan pada ibu/bayi usia sampai dua tahun.

Advertisement

Jika selama pendampingan ditemukan penyakit penyerta dan harus mendapatkan rujukan,maka tim akan melakukan rujukan, agar bayi yang dilahirkan tidak mengalami kekerdilan.

“Melalui pendampingan, kami mempunyai data anak berisiko mengalami kekerdilan, baik anak yang mau dilahirkan maupun yang sudah dilahirkan. Kemudian kami lakukan edukasi supaya tidak jadi kerdil,” katanya.

Khabib menuturkan, 1.827 calon pendamping keluarga di 20 kecamatan di Temanggung sudah mengikuti pelatihan sejak 29 November hingga 2 Desember 2021. Diharapkan pada awal 2022, kegiatan pendampingan sudah bisa berjalan.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement