Connect with us

Kesehatan

5 Larangan Kegiatan Pasca Melahirkan (nifas), Jangan Langsung Berhubungan Seksual!

Diterbitkan

pada

larangan kegiatan pasca melahirkan

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Ada beberapa larangan kegiatan pasca melahirkan atau nifas yang harus anda ikuti dan disarankan jangan mengabaikannya. Masa ini dimulai ketika anda telah mengeluarkan plasenta dan berlanjut hingga beberapa minggu kemudian.

Dilansir dari Healthline, pada masa nifas tubuh anda akan mengalami penyesuaian terutama pada organ rahim, leher rahim dan vagina. Larangan masa nifas juga berguna agar orang- orang yang baru “bekerja” tersebut dapat beristirahat dan menjadi rileks.

Berikut beberapa larangan kegiatan pasca melahirkan yang sudah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Mengonumsi Makanan Pedas

Larangan kegiatan pasca melahirkan yang pertama adalah mengonsumsi makanan pedas. Dikutip dari Organisasi March of Dimes, tida hanya ibu hamil yang rentan konstipasi, ibu yang baru melahirkan juga merasakan itu.

Larangan pasca melahirkan tidak hanya harus menghindari makanan pedas tetapi juga harus makan makanan yang kaya akan serat. Makanan pedas bisa melukai usus anda dan menimbulkan ketidaknyamanan pada perut anda dan si kecil.

Advertisement

Baca juga: 6 Cara Berhubungan agar Tidak Hamil, Bisa Kamu Coba agar Tidak “Kebobolan”

2. Diet Ketat

Larangan kegiatan pasca melahirkan yang kedua adalah diet ketat. Anda yang baru saja melahirkan umumnya akan langsung mengalami penuruna berat badan sekitar 10 kg setiap bulannya.

Namun, hal ini tidak dialami semua wanita dan beberapa di antaranya jadi merasa harus melakukan diet ketat sesegera mungkin. Melakukan diet ketat segera setelah melahirkan termasuk dalam larangan pasca melahirkan.

Sebab, jika anda mengonsumsi kurang dari 1.800 kalori per hari, kadar energi pada tubuh akan turun drastis dan mood pun juga akan berubah menjadi jelek. Anda juga butuh mengonsumsi makanan yang cukup agar produksi ASI bisa lancar.

3. Mengejan Saat BAB

Larangan kegiatan pasca melahirkan yang ketiga adalah mengejan saat BAB. Otot yang anda gunakan saat mengejan untuk melahirkan sama dengan otot yang digunakan pada waktu mengejan untuk BAB.

Dilansir dari WebMD, mengejan saat BAB merupakan larangan pasca melahirkan yang tidak boleh anda abaikan. Jangan siksa lagi otot tersebut untuk mengejan pada saat BAB keras. Anda dapat mencegah mengejan saat BAB dengan banyak minum air putih.

Advertisement

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil, Pasanganmu Juga Perlu Tahu

4. Tidak Menjaga Kebersihan Vagina

Larangan kegiatan pasca melahirkan yang keempat adalah tidak menjaga kebersihan vagina. Pada persalinan normal, umum terjadi robekan pada lubang vagina sehingga perlu dijahit.

Setelah persalinan, anda juga akan mengalami masa pasca melahirkan yang ditandai dengan pendarahan seperti haid selama 4-6 minggu. Karena itu, perlu dilakukan perlu dilakukan perawatan yang baik pada organ intim, agar jahitan vagina tidak robek atau mengalami infeksi.

5. Berhubungan Seksual

Larangan kegiatan pasca melahirkan yang terakhir adalah berhubungan seksual. Anda diharuskan untuk menunggu kurang lebih 4 hingga 6 minggu atau hingga dokter memperbolehkan kembali melakukan hubungan seks.

Sementara itu, berhubungan seks akan meningkatkan risiko terjadinya beberapa hal, seperti:

  • Pendarahan.
  • Terbukanya kembali luka persalinan yang sudah mulai menutup.
  • Infeksi pada vagina.*** (Hana Chaniago)

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement