Kesehatan
9 Bahaya Gula bagi Kesehatan Jika Dikonsumsi Berlebihan

Ilustrasi gula (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Gula merupakan salah satu bahan yang sulit dipisahkan dari kehidupan. Makanan dan minuman bisa terasa manis karena adanya gula. Dibalik rasanya yang manis, tentu ada bahaya gula yang mengintai jika dikonsumsi terlalu banyak dan dapat memicu berbagai masalah kesehatan.
Meski sulit untuk ditolak, Anda perlu membatasi asupan gula harian. Menurut Kementerian Kesehatan, seseorang disarankan untuk mengonsumsi gula tak lebih dari 50 gram atau 4 sendok makan gula per hari.
Sudah diketahui banyak orang bahwa mengonsumsi gula berlebih bisa menyebabkan obesitas dan diabetes. Sebenarnya gula akan menghasilkan zat glukosa sebagai cadangan energi. Meski begitu, ada banyak bahaya gula yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Baca juga: 7 Cara Mencegah Diabetes Di Usia Muda Sebelum Terlambat
Berikut beberapa bahaya gula bagi kesehatan yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.
Daftar isi
1. Obesitas
Bahaya gula yang dikonsumsi terlalu banyak, yang pertama yaitu obesitas. Terdapat banyak molekul gula buatan, salah satunya fruktosa. Seseorang yang mengonsumsi fruktosa dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan makan berlebih.
Apabila fruktosa dikonsumsi berlebihan nantinya dapat memengaruhi hormon yang mengendalikan rasa lapar dan memperingatkan waktu berhenti makan dan menyebabkan resistensi terhadap leptin. Oleh karena itu, apa perlu membatasi minuman manis, seperti soda dan jus guna mencegah obesitas.
2. Kerusakan gigi
Mengonsumsi gula memang sangat nikmat di mulut. Dibalik rasanya yang menyenangkan, ternyata bahaya gula bisa menyebabkan gigi menjadi rusak. Asam yang dihasilkan oleh bakteri diketahui mampu merusak email gigi yang menjadi penyebab gigi berlubang.
Orang yang sering mengonsumsi makanan manis diantara waktu makan, lebih rentan mengalami kerusakan gigi.
3. Merusak fungsi otak
Bahaya gula berlebihan berikutnya yaitu merusak fungsi otak. Mengonsumsi gula akan merangsang zat kimia yang dapat memberikan rasa bahagia yang disebut dopamin.
Namun ketika dopamin hilang, tubuh akan kebingungan karena zat tersebut hilang sehingga tubuh bergantung pada sesuatu yang mengandung gula untuk mendapatkan perasaan senang.
Hal tersebut juga yang membuat seseorang cenderung lebih ingin makan permen di sore hari dibandingkan apel atau sulit menghindari makan es krim di malam hari.
4. Jerawat
Siapa sangka, bahaya gula ternyata bisa mengundang jerawat. Hal ini terjadi karena makanan manis dapat menyokong kadar gula dan insulin ke dalam darah sehingga peningkatan sekresi androgen tidak dapat dihindari.
Menurut sebuah penelitian, orang-orang yang mengonsumsi minuman manis 7 kali per minggu cenderung memiliki jerawat sedang atau parah.
5. Meningkatkan risiko kanker
Selain jerawat, bahaya gula yang dikonsumsi secara berlebihan dinilai dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. Makan makanan dan minuman manis dapat menyebabkan obesitas, yang secara signifikan meningkatkan risiko kanker.
Baca juga: Diet Rendah Gula, Upaya Pertahankan Kadar Gula Darah
Diet tinggi gula juga akan meningkatkan peradangan pada tubuh dan berakibat terhadap resistensi insulin, yang mana dapat meningkatkan risiko kanker.
6. Diabetes tipe-2
Makan makanan tinggi gula dapat berisiko terkena diabetes tipe-2 jika dikonsumsi berkepanjangan. Sebuah studi menyebutkan bahwa kadar gula tinggi akan mendorong resistensi terhadap insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas yang mengatur kadar gula darah. Resistensi insulin menyebabkan kadar gula darah naik dan sangat meningkatkan risiko diabetes.
7. Penyakit kardiovaskular
Salah satu bahaya gula berlebih yang perlu diwaspadai adalah penyakit kardiovaskular. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa konsumsi gula berlebih dapat mengganggu organ jantung. Beberapa diantaranya menyebutkan gula akan menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi, dan peradangan yang merupakan faktor seseorang terserang penyakit jantung.
8. Gangguan ginjal
Seorang yang terkena penyakit diabetes selanjutnya akan memicu lonjakan kadar gula yang menybabkan kerusakan pada ginjal. Ketika ginjal mengalami gangguan, tubuh akan sulit menyaring darah dalam tubuh.
Itulah yang membuat ginjal melepaskan kelebihan gula menuju urin. Jika tidak dikendalikan, diabetes juga dapat menyebabkan komplikasi gagal ginjal.
9. Merusak hati
Beragam gula buatan, seperti fruktosa atau sirup jagung tanpa disadari bisa berdampak pada kesehatan hati. Ketika gula tersebut masuk ke dalam tubuh, zat tersebut tidak berubah menjadi energi, justru berubah menajdi lemak.
Saat diuraikan organ hati, bahaya gula berlebih akan menyebabkan penyakit hati berlemak, peradangan hati, timbulnya jaringan parut di hati, sirosis hati, sampai mematikan fungsi hati.***










