Kesehatan
Minumlah Susu agar Sehat dan Kuat, Tapi Bukan Kental Manis

Foto: Istimewa
FAKTUALid – Minum susu sangat dianjurkan untuk menyempurnakan makanan sehat yang telah kita konsumsi. Tapi bukan susu kental manis.
Kata susu pada produk susu kental manis memang membuat orang meyakini yang diminum adalah susu.
Padahal jika dikonsumsi berlebihan, bahaya susu kental manis dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.
Meskipun namanya susu namun tekstur dan rasa susu kental manis berbeda dengan susu kebanyakan.
Terlepas apapun mereknya, para orangtua perlu tahu bahwa bahaya susu kental manis lebih besar ketimbang manfaatnya. Setelah melalui proses panjang, susu kental manis diberi pemanis lagi dan dikemas dalam bentuk kaleng atau saset. Jika diminum setiap hari, anak berisiko mengalami diabetes dan obesitas.
Bagi yang belum pernah mencoba susu kental manis, meskipun namanya susu namun tekstur dan rasa susu kental manis berbeda dengan susu kebanyakan. Warnanya lebih pekat, teksturnya lebih kental, dan tidak berair seperti halnya susu.
Seperti penuturan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang. Susu kental manis (SKM), katanya, secara fungsi tidak untuk menggantikan air ASI (Air Susu Ibu), dan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi.
Berdasarkan regulasi, kata Rita, saat dialog Pro 3 RRI, Rabu (1/9/2021), SKM seharusnya digunakan untuk topping bukan untuk diseduh.
“Kami sudah menuangkan dalam regulasi peraturan badan POM nomor 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan jadi memang ditegaskan pula bahwa penggunaan yang benar itu digunakan sebagai topping misalnya untuk martabak, campuran kopi, coklat, dan lain-lain,” ucapnya.
Selain itu, tuturnya, pada tahun 2019 BPOM telah menetapkan regulasi peraturan BPOM nomor 34 tahun 2019 tentang kategori pangan. SKM sendiri masuk ke dalam kategori pangan 131.***














