Kesehatan
Kerokan Bisa Atasi Gangguan Kesehatan selain Masuk Angin

Foto: Istimewa
FAKTUAL-INDONESIA: Kerokan, satu tindakan pengobatan, sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.
Pengobatan dengan cara kerokan biasanya untuk mengatasi masuk angin. Tidak harus mendatangi ahlinya, kerokan bisa dilakukan oleh siapa saja dengan menggosokkan benda tumpul, seperti uang koin, bawang putih, ataupun batu giok pada punggung.
Sebagai pelicin agar tidak tidak menyebabkan lecet atau luka pada kulit, kerokan biasanya juga menggunakan minyak atau losion.
Minyak yang sering dipakai antara lain minyak telon, minyak kelapa, dan olive oil.
Bila sehabis dikerok, muncul guratan merah yang membekas di permukaan kulit, maka itu berarti kamu masuk angin. Ada juga anggapan bahwa semakin merah bekas yang dihasilkan, maka semakin banyak angin yang keluar dari tubuh.
Ternyata bila dilihat dari sisi medis, kerokan memang dapat memberi dampak baik bagi kesehatan. Koin yang digosokkan pada kulit dapat membuat suhu tubuh kamu meningkat, sehingga badan menjadi lebih hangat. Suhu tubuh yang memanas ini juga mengakibatkan pembuluh darah dalam tubuh melebar.
Hal ini akan memperlancar peredaran darah pada tubuh yang juga dikenal dengan istilah oksigenasi. Nah, bila peredaran darah sudah lancar, maka gejala masuk angin yang kamu rasakan pun bisa membaik.
Tidak hanya untuk mengatasi masuk angin. Meski memerlukan penelitian lebih lanjut, namun dari data yang ada, kerokan juga dipercaya dapat meredakan gejala beberapa penyakit, seperti:
– Nyeri leher
Kerokan lebih efektif dalam mengatasi nyeri leher daripada bantal pemanas atau koyo yang diletakkan di belakang leher. Sebelum membeli obat, bisa kerokan di leher untuk meredakan rasa nyeri di leher.
– Sakit kepala migrain
Penelitian mengungkap, efektivitas metode ini tak kalah ampuh dari mengonsumsi obat sakit kepala yang banyak dijual bebas di pasaran.
– Pembengkakan payudara
Ibu menyusui sering mengalami pembengkakan payudara setelah persalinan. Akibatnya ibu akan kesulitan untuk menyusui. Kerokan dianggap cukup efektif untuk membantu mengatasi masalah ini.
– Sindrom Tourette
Kerokan dapat dikombinasikan dengan metode lain, misalnya akupunktur, untuk membantu meredakan beberapa gejala sindrom Tourette, seperti kedutan berulang (tic) di wajah, serta gangguan pada tenggorokan dan suara.
– Sindrom perimenopause
Kerokan bisa membantu meredakan gejala sindrom perimenopause, seperti insomnia, kecemasan, mudah lelah, serta jantung berdebar-debar (hot flushes). Gejala ini sering muncul pada wanita yang mendekati masa menopause.
– Hepatitis B
Kerokan bisa membantu meredakan gejala penyakit hepatitis B, misalnya peradangan pada liver, kerusakan pada liver, muncul jaringan parut pada liver serta menurunkan kadar enzim liver.
Namun jangan sering kerokan. Hal ini karena kerokan menyebabkan pori-pori kulit menjadi terbuka dan rentan dimasuki oleh bakteri dan virus. Semakin sering kerokan, semakin besar risiko terinfeksi bakteri.***














