Connect with us

Kesehatan

32.900 Tablet Ivermectin Segera Diedarkan HKTI

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko mengatakan akan mengambil inisiatif untuk mengedarkan 32.900 tablet ivermectin.

Saat ini, ujarnya, situasi Indonesia terhadap masalah Covid-19 bisa dibilang kritis, sehingga dibutuhkan solusi yang salah satunya adalah dengan pemberian ivermectin sebagai salah satu obat penyembuhan pasien Covid-19.

“Saya selaku ketua HKTI, kami mengambil inisiatif untuk mengedarkan sebanyak 32.900 tablet melalui HKTI,” ujar Moeldoko dalam webinar pengenalan Ivermectin pada Senin (28/6/2021).

Semua tablet itu, ucapnya, akan didistribusikan kepada anggota-anggota HKTI yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelumnya HKTI telah melakukan pembagian ivermectin di Indonesia pada tanggal 8 Juni 2021 di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Kudus, Demak, Sragen, Bangkalan hingga Kalimantan Barat.

Berdasarkan data sementara di lapangan atas distribusi HKTI di beberapa daerah pada penggunaan ivermectin di Tangerang, Jakarta Timur, Depok dan Bekasi, penggunaan ivermectin menghasilkan tingkat kemanjuran mendekati 100 persen untuk menurunkan Covid-19.

Advertisement

“Di Semarang Timur, kasus Covid-19 sebanyak 40 orang semua bisa diselesaikan dengan baik. Di Kudus menghasilkan 13 orang semua bisa diselamatkan,” ujar Moeldoko.

Bukti-bukti ilmiah tentang kemanjuran ivermectin melawan Covid-19 sudah banyak diterbitkan seperti yang dipaparkan oleh Front Line Covid-19 Critical Care Alliance (FLCCC), BIRD Group dan di American Journal of Therapeutics. HKTI pun berencana meneruskan pengedaran ke daerah-daerah lain di Indonesia.

“Kami juga berharap Ivermectin dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia demi melawan Covid-19,” ucap Moeldoko.

Meski demikian, dia meminta masyakarat untuk tetap berhati-hati terhadap kemunculan obat baru. Laporan ilmiah tidak boleh diabaikan untuk kelangsungan hidup bersama.

“Saya juga menekankan kehati-hatian dan kritis terhadap obat baru adalah sangat penting, kita tidak boleh abai karena menyangkut keberlangsungan seseorang. Saya harap seluruh elemen pemerintah dan masyarakat mari bersama-sama bergerak cepat dan tepat,” ujar Moeldoko.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement