Kesra
Robot Raisa, Kontribusi Penting ITS di Masa Pandemi

Uji coba robot RAISA yang dilakukan oleh Achmad Zidan Akbar dan Shintya Rezky Rahmayanti, mahasiswa Departemen Teknik Informatika ITS. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Robot Medical Assistant ITS – Unair (Raisa) kembali dipercaya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) untuk menangani pasien Covid-19. Kali ini, Raisad yang dipesan oleh Ditjen Diktiristek akan diserahkan ke berbagai Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia, salah satunya Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RSU UMM).
Menurut Pembina Tim Robotika ITS sekaligus salah satu tim Pengembang robot Raisa, Muhtadin ST MT, pada akhir 2021 lalu Ditjen Diktiristek meminta ITS untuk membuat 46 unit Raisa. “Semua unit tersebut akan disebar di seluruh Rumah Sakit Pendidikan di Indonesia dan diperkirakan lebih dari 20 Rumah Sakit Pendidikan di berbagai daerah,” ujarnya, Jum’at (18/3/2022).
Raisa, kata dia, diserahkan ke berbagai daerah mulai dari Aceh hingga Mataram. Beberapa waktu lalu, ITS mewakili Diktiristek juga sudah melakukan dalam penyerahan robot Raisa ke RS UMM. Sebelum diserahkan ke pihak RSU UMM, ITS memberikan pelatihan terlebih dahulu tentang penggunaan robot RAISA.
Robotnya itu sudah dioperasikan di RSU UMM dan Rumah Sakit Pendidikan lain yang mendapatkannya. Tapi sesi penyerahan pada 12 Maret lalu hanya sebagai simbolis saja.
Robot Raisa digunakan untuk mengurangi kontak langsung antara tenaga medis dengan pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit. Robot ini akan membantu untuk mengirim keperluan pasien Covid-19 seperti makanan, obat-obatan, serta barang pribadi pasien. “Tidak hanya itu, Raisa juga mempermudah pasien dan tenaga medis dalam berkomunikasi tanpa kontak langsung dengan pasien,” ujarnya.
Muhtadin berharap, Robot raisa ini dapat digunakan dan bermanfaat tidak hanya untuk penanganan pasien Covid-19, tetapi juga untuk penyakit menular lainnya. Di antaranya adalah Tuberkulosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, dan penyakit menular lainnya. “Untuk saat ini robot Raisa masih diprioritaskan untuk pasien penyakit Covid-19,” ujarnya.***













