Kesra
Kemenkes akan Lakukan Investigasi Menyeluruh Terkait Dugaan Intimidasi yang Dialami Almarhumah dr Icha

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan usut dan investigasi tuntas kasus dugaan intimidasi terhadap almarhumah dr. Icha (Kemenkes)
FAKTUAL INDONESIA: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan intimidasi yang dialami almarhumah dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa dr. Icha oleh individu tertentu.
Investigasi akan dilakukan bersama pihak-pihak terkait untuk memastikan fakta secara objektif, transparan, dan akuntabel.
“Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi, tekanan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Seperti dilansir laman Kemenkes, dr. Icha yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) wafatnya Jumat, (26/6/2026). Kemenkes menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya dr Icha.
Aji juga menyampaikan, Kemenkes mengutuk segala bentuk intimidasi, perundungan, maupun penyalahgunaan kewenangan terhadap tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan mana pun di Indonesia. Tindakan semacam itu tidak dapat dibenarkan karena dapat mengganggu pelayanan kesehatan dan berdampak serius terhadap kondisi psikologis tenaga medis.
Sebagai bentuk komitmen perlindungan tenaga kesehatan, Kemenkes akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, aparat penegak hukum, dan pihak rumah sakit guna memastikan perlindungan hukum serta dukungan psikososial bagi tenaga kesehatan.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Inspektorat Jenderal Kemenkes saat ini sedang dalam proses menangani kasus ini.
Kementerian Kesehatan mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati proses investigasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pengabdian dr. Icha dalam melayani masyarakat akan selalu menjadi teladan bagi dunia kesehatan Indonesia. ***














