Connect with us

Kesra

Cerita Rakyat Indonesia Warisan Budaya Sangat Penting tetapi Kadang-kadang Kurang Mendapatkan Perhatian

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon memberikan sambutan pada Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026. (Kemenbud)

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon memberikan sambutan pada Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026. (Kemenbud)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon menyampaikan Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026  merupakan momentum untuk menghargai karya-karya yang mengangkat identitas bangsa Indonesia melalui tradisi lisan sebagai salah satu objek pemajuan kebudayaan.

Menurutnya Menbud Fadli Zon, tradisi lisan merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa kita yang sebagian memang ditulis, namun jauh lebih banyak yang diwariskan secara lisan, termasuk cerita rakyat. “Karena itulah cerita rakyat merupakan salah satu warisan budaya yang sangat penting, tetapi kadang-kadang kurang mendapatkan perhatian,” kata Menbud dalam sambutannya pada acara yang berlangsung di   Graha Utama, Gedung A, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), Jakarta.

Oleh sebab itu selanjutnya Fadli Zon mengajak seluruh komunitas pendongeng, storyteller, dan para pegiat budaya yang selama ini menghidupkan cerita rakyat untuk terus bersama-sama menjaga dan mengembangkan tradisi ini. Menurutnya Gala Cerita Rakyat ini adalah sebuah permulaan. Ke depan, Menbud ingin menjadikannya sebagai sebuah gerakan nasional: Gerakan Cerita Rakyat Indonesia.

“Di dalam cerita terdapat keteladanan, nasihat, nilai-nilai kehidupan, kejujuran, keberanian, kedermawanan, dan berbagai kebajikan lain yang diwariskan tanpa harus menggurui. Inilah fungsi penting dari dongeng dan storytelling. Karena itu saya berharap kita dapat membangun kolaborasi yang lebih luas bersama berbagai komunitas dan pegiat budaya agar tradisi bercerita kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia,” harap Fadli seperti dilansir laman Kemenbud.

Selanjutnya Fadli menyampaikan harapan agar cerita rakyat Indonesia dapat terus berkembang dalam berbagai bentuk, baik buku, film, animasi, komik, permainan digital, pertunjukan seni, maupun karya kreatif lainnya. Cerita rakyat Indonesia tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada dunia.

Advertisement

“Jika diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa internasional, maka masyarakat dunia akan semakin mengenal kekayaan budaya dan cerita bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Kemenbud menyelenggarakan Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 sebagai penutup rangkaian program pelestarian cerita rakyat yang melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Gala Cerita Rakyat Indonesia merupakan program yang mendorong masyarakat untuk mengenal, menceritakan, dan mendokumentasikan kembali cerita rakyat melalui pendekatan digital.

Selama periode pengumpulan karya sejak 20 April hingga 20 Mei 2026, program ini berhasil menjangkau 30 provinsi di Indonesia dengan total 1.737 karya yang dikirimkan oleh 2.797 peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang. Partisipasi hadir dari kategori Anak, Remaja, Orang Tua, Pendidik, Umum, dan Kelompok Inklusi, yang menunjukkan luasnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian cerita rakyat. Para peserta telah mengirimkan video mendongeng cerita rakyat menggunakan telepon genggam, membagikannya melalui media sosial, dan mendaftarkan karyanya melalui laman Gala Cerita Rakyat Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Neno Warisman selaku Juri Gala Cerita Rakyat menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini sedang menuju sebuah gerakan besar, yakni Gerakan Indonesia Bercerita.

“Kita sedang menyelesaikan proses pembenihan Gerakan Indonesia Bercerita melalui sebuah inkubasi nasional. Setelah proses ini berjalan, kita akan memiliki standar pembudayaan tradisi bercerita di kalangan Generasi Z dan Generasi Alpha,” jelasnya.

Advertisement

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, sebanyak 6 peserta terbaik dari masing-masing kategori menerima apresiasi yang diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

Turut hadir pada kegiatan ini yakni Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi,  Restu Gunawan; Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Annisa Rengganis; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, Putri Woelan Sari Dewi; Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, I Made Dharma Suteja; Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti; serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Yayuk Sri Budi Rahayu.

Melalui program ini, cerita rakyat dari berbagai daerah tidak hanya didokumentasikan dan diperkenalkan kembali kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh ruang yang lebih luas untuk diakses oleh generasi masa kini. Gala Cerita Rakyat Indonesia menjadi wadah bagi keluarga, pendidik, pegiat budaya, komunitas, dan generasi muda untuk berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan tradisi lisan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Penyelenggaraan Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam memperkuat pelestarian budaya melalui cerita rakyat dengan pendekatan yang adaptif, partisipatif, dan relevan seiring perkembangan teknologi serta kehidupan masyarakat saat ini.

Kementerian Kebudayaan ke depan akan mencanangkan GALA Indonesia Bercerita 2027 sebagai gerakan nasional budaya dan pengasuhan berbasis cerita. Program ini bertujuan menghidupkan kembali budaya bercerita sebagai sarana pembentukan karakter, pelestarian budaya, dan penguatan hubungan antargenerasi. Melalui gerakan ini, Kementerian Kebudayaan berupaya membangun ekosistem nasional budaya bercerita agar cerita rakyat Indonesia tidak hanya dikenang, tetapi terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement