Internasional
Malaysia Hari ini Lakukan Lockdown Total

Kota Kuala Lumpur pun sepi karena terimbas lockdown. (ist)
FAKTUALid – Untuk menghentikan laju virus pandemi Corona-19 agar tidak semakin meluas, maka taka da cara lain yang harus dilakukan Malaysia, mulai hari ini, Selasa (01/06/2021).
Negeri jiran tersebut melakukan lockdown total. Perdana Menteri Tan Sri Muhyiddin Yassin, kemarin malam mengumumkan, pemerintahannya bakal menggelontorkan bantuan senilai 40 miliar ringgit Malaysia atau Rp138 triliun lebih untuk membantu mengatasi dampak lockdown selama dua pekan ke depan.
Karantina wilayah secara ketat itu bakal berlangsung sampai 14 Juni. Peng umuman terkait bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Muhyiddin melalui televisi nasional setempat, di samping lewat media sosial. Dia mengatakan, sebanyak 5 miliar ringgit dari bantuan itu akan disuntikkan langsung ke fiskal.
Suntikan langsung fiskal sebanyak 5 miliar ringgit itu melibatkan 12 inisiatif yang akan dilaksanakan berlandaskan tiga kepentingan utama, yakni meningkatkan kapasitas kesehatan umum; meneruskan program pemerintah yang disebut agenda prihatin rakyat, dan; menyokong kelangsungan perekonomian.
Paket bantuan yang dinamakan Pemerkasa Plus itu, menurut Muhyiddin, akan memperkuat sistem perawatan kesehatan, melanjutkan program kesejahteraan sebelumnya, dan membantu bisnis mengatasi dampak penguncian. Dia berjanji untuk menyeimbangkan kehidupan dan mata pencarian masyarakat.
Pada kesempatan itu, PM Malaysia juga mengungkapkan, terdapat tambahan 1 miliar ringgit dalam pengeluaran perawatan kesehatan; memperpanjang subsidi gaji untuk satu bulan lagi, dan; moratorium pinjaman yang diberikan sejak tahun lalu, ketika negara itu ditempatkan di bawah kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) 1.0.
Sementara, Kementerian Luar Negeri melakukan sejumlah antisipasi perlindungan Warga Negara Indonesia yang harus menjalani lockdown di Malaysia mulai hari ini Selasa (1/6/2021), menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di negara jiran tersebut.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Judha Nugraha mengatakan lockdown kedua di Malaysia ini akan berdampak pada pekerja Indonesia yang tak terdaftar dan pekerja harian lepas, karena seluruh sektor sosial ekonomi akan dihentikan.
“Penghasilan sehari-harinya mereka akan terdampak dengan kebijakan total lockdown, namun dampaknya dibanding lockdown tahun lalu kami perkirakan akan lebih kecil, karena sejauh lockdown tahun lalu sudah ada 148.484 WNI kita yang pulang,” kata Judha dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Senin (31/5/2021).
Judha menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan 6 KJRI di Malaysia untuk melakukan langkah antisipasi antara lain menimbang segala kemungkinan selama lockdown. ***














