Internasional
Iran Tak Gentar, Tolak Usulan Trump, Tidak Mau Didikte Amerika

Iran selain menolak usulan kesepakatan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang juga terus menggempur Israel dan negara-negara Sekutu AS lainnya di Teluk
FAKTUAL INDONESIA: Iran tidak gentar menghadapi gertakan Presiden Donald Trump yang mengancam akan mengirim malapetaka bila menolak kesepakatan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.
Dengan tegas menolak usulan Trump untuk mengakhiri perang. Pejabat Iran yang menolak namanya disebut mengatakan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Trump “mendikte waktu berakhirnya perang.”
Pejabat tersebut malah menyatakan syarat-syarat Iran sendiri, termasuk ganti rugi atas kerusakan perang dan pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, demikian dilaporkan oleh stasiun televisi tersebut.
Berbicara dengan syarat anonim untuk membahas diplomasi yang sensitif, mereka mengatakan Iran tidak menginginkan jeda dalam pertempuran karena mereka khawatir Israel dan Amerika Serikat akan menggunakan waktu tersebut untuk memperkuat pasukan mereka sebelum melanjutkan serangan.
Apalagi Washington juga telah mengirimkan sinyal yang beragam tentang de-eskalasi. Pentagon memerintahkan pengerahan sekitar 2.000 tentara tambahan ke Timur Tengah, kata dua pejabat pada hari Selasa, sehingga jumlah tentara yang dikerahkan ke wilayah tersebut baru-baru ini mencapai hampir 7.000.
Amerika Serikat telah mengirimkan rencana 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri permusuhan di Timur Tengah, menurut dua pejabat yang diberi pengarahan tentang diplomasi tersebut.
Sehari sebelumnya, para pejabat Iran telah memberi sinyal bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk bertemu dengan negosiator AS di Pakistan selama minggu depan untuk membahas proposal Trump, tetapi tidak akan membahas gencatan senjata sementara.
Tidak Masuk Akal
Dikutip dari Al Jazeera, Iran menyebut proposal AS untuk mengakhiri perang sebagai ‘maksimalis dan tidak masuk akal’
Sumber diplomatik mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Iran menolak rencana 15 poin dari pemerintahan Trump sebagai tidak dapat diterapkan.
Teheran menggambarkan proposal AS tersebut sebagai “sangat maksimalis dan tidak masuk akal”.
Stasiun televisi berbahasa Inggris Iran, Press TV, mengutip seorang pejabat anonim yang menyatakan bahwa Iran telah menolak usulan gencatan senjata AS.
“Iran akan mengakhiri perang ketika memutuskan untuk melakukannya dan ketika syarat-syaratnya sendiri terpenuhi,” kata pejabat tersebut seperti dikutip Press TV. ***














