Hukum
Pramono Anung Ancam Bakal Cabut Bansos bagi Pelaku Pencurian dan Perusakan Fasilitas Umum

Gubernur Pramono tegaskan bakal cabut bansos jika ketahuan mencuri fasum. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pencurian maupun perusakan fasilitas umum (fasum) di ibu kota yang kini kian marak.
Ia menyatakan tidak akan memberikan toleransi, termasuk mencabut hak penerima bantuan sosial (bansos) atau fasilitas pemerintah jika terbukti terlibat dalam aksi tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/7/2026), sebagai respons atas maraknya kasus pencurian dan kerusakan aset publik di sejumlah titik di Jakarta.
Menurut Pramono, seluruh fasilitas umum dibangun menggunakan anggaran negara untuk melayani masyarakat. Karena itu, setiap warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga, bukan justru merusak atau mengambilnya demi kepentingan pribadi.
“Kalau memang orang yang mengambil itu bisa diketahui, apalagi penerima bansos atau penerima fasilitas dari Pemerintah Jakarta, saya tidak akan kompromi. Hak yang bersangkutan akan kami cabut,” tegas Pramono.
Ia mengakui menjaga seluruh aset publik di Jakarta bukan pekerjaan mudah mengingat jumlah penduduk ibu kota yang telah melampaui 11 juta jiwa. Meski demikian, pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh fasilitas tetap berfungsi dengan baik untuk melayani masyarakat.
Untuk itu, Pramono telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera memperbaiki setiap fasilitas umum yang mengalami kerusakan, terutama lift di halte Transjakarta maupun fasilitas penyeberangan orang.
Menanggapi laporan mengenai lift yang belum beroperasi di Halte Senayan, Pramono mengaku belum menerima informasi tersebut. Namun, ia memastikan akan meminta dinas terkait segera melakukan pengecekan dan penanganan.
Ia juga menyebut sebagian besar fasilitas serupa, termasuk lift di kawasan Sarinah dan beberapa lokasi lainnya, saat ini telah kembali beroperasi.
Pernyataan Pramono muncul setelah sejumlah insiden yang melibatkan fasilitas publik terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya adalah kerusakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean akibat ditabrak truk pengangkut alat berat pada Selasa (14/7/2026).
Selain itu, masyarakat juga melaporkan gangguan operasional lift di beberapa halte Transjakarta serta hilangnya kamera pengawas (CCTV) di sejumlah lokasi yang diduga dicuri.
Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi Jakarta akan terus mempercepat perbaikan seluruh fasilitas publik yang rusak. Di saat yang sama, pemerintah juga akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti mencuri atau merusak aset milik daerah sebagai upaya menjaga kualitas pelayanan publik dan menciptakan efek jera.***














