Hiburan
Film ‘KKN Desa Penari’ Tembus 3 Juta Penonton

Film KKN Desa Penari tembus 3 juta penonton. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA : Film ‘KKN Desa Penari’ berhasil ungguli dominasi film ‘Marvel Cinematic Universe, Doctor Strange in the Multiverse of Madness ‘di box office Indonesia. Film ini berhasil tembus 3 juta penonton pada 10 Mei. Adinda Thomas pun dibuat merinding.
Adinda Thomas adalah salah satu pemeran film garapan MD Pictures tersebut. Ia mengaku tak menyangka film yang diperaninya ditonton banyak orang. Sesuatu yang di luar dugaan menurutnya.
Ia sangat senang karena masyarakat Indonesia mau menonton film karya anak negeri dan bahkan film ini bisa bersaing dengan film keren Marvel.
“Merinding aku pas dengar tiga hari satu juta, enam hari dua juta dan sekarang sembilan hari tiga juta. Merinding banget ya Allah,” ujar Adinda Thomas, Selasa (10/5/2022).
Adinda Thomas merasa dihargai dan senang karena banyak masyarakat yang mendukung perfilman Indonesia. Artis 28 tahun ini pun tak bisa berkata-kata lagi selain bersyukur dan berterima kasih.
“Karena buat aku angka tiga juta bukan hal yang wah di Indonesia dengan catatan masyarakat mendukung semua film Indonesia, apapun itu. Aku speechless sih yaa,” tutur dia.
Film KKN di Desa Penari merupakan proyek adaptasi dari sebuah Twitter yang ditulis akun SimpleMan. Mengusung genre horor, cerita ini berfokus pada sekelompok mahasiswa yang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata di sebuah desa yang memiliki unsur mistis yang kental.
Kisah ini kabarnya merupakan adaptasi kisah nyata dari para tokoh sebenarnya. Namun, beberapa hal diubah untuk melindungi identitas dan lokasi sebenarnya.
Berawal dari 6 mahasiswa yang melaksanakan KKN di sebuah desa terpencil, Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy) dan Wahyu (M. Fajar Nugraha) tidak pernah menyangka kalau desa yang mereka pilih ternyata bukanlah desa biasa. Pak Prabu (Kiki Narendra) sang kepala desa memperingatkan mereka untuk tidak melewati batas gapura terlarang, sebuah gapura yang menuju Tapak Tilas.
Tempat misterius itu mungkin ada hubungannya dengan sosok penari cantik yang mulai menganggu Nur dan juga Widya. Satu persatu mulai merasakan keanehan desa tersebut dan Bima pun mulai berubah sikap. Proker KKN mereka berantakan, tampaknya penghuni ghaib desa tersebut tidak menyukai mereka. Nur akhirnya menemukan fakta mencengangkan bahwa salah satu dari mereka melanggar aturan yang paling fatal di desa tersebut.
Teror sosok penari misterius semakin menyeramkan, mereka mencoba meminta bantuan Mbah Buyut (Diding Boneng) dukun setempat, namun sudah terlambat, mereka terancam tidak akan bisa pulang dengan selamat dari desa yang dikenal dengan sebutan desa penari itu.***














