Ekonomi
Menteri PKP Yakin Target 350 Ribu Rumah Subsidi FLPP Tercapai pada 2026

Menteri Maruarar yakin bisa capai target 350 ribu unit rumah subsidi melalui skema FLPP. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2026 dapat tercapai.
Menurut dia, pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah untuk mengejar target tersebut, termasuk memanfaatkan proyek rumah susun bersubsidi di kawasan Meikarta sebagai salah satu pendorong peningkatan penyaluran.
“Kami terus berusaha memberikan yang terbaik. Salah satu lompatan yang diharapkan berasal dari proyek rumah susun bersubsidi di Meikarta,” ujar Maruarar di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, baik rumah tapak maupun rumah susun bersubsidi sama-sama menjadi bagian dari Program 3 Juta Rumah yang didukung melalui skema FLPP.
FLPP bukanlah program baru. Namun, sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, realisasi penyaluran rumah subsidi terus menunjukkan tren positif.
Data Kementerian PKP mencatat penyaluran rumah subsidi meningkat dari 228.000 unit pada 2023 menjadi 278.000 unit pada 2025. Sementara hingga pertengahan Juli 2026, realisasinya telah melampaui 102.900 unit.
Sementara itu, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) melaporkan realisasi penyaluran dana FLPP telah mencapai 111.537 unit rumah per 23 Juli 2026.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan mayoritas penerima FLPP berasal dari kalangan pekerja swasta, yakni sebanyak 71.250 unit atau sekitar 63,88 persen. Posisi berikutnya ditempati pekerja wiraswasta sebanyak 19.254 unit (17,26 persen), disusul aparatur sipil negara serta anggota TNI/Polri sebanyak 10.944 unit (9,81 persen), dan kategori profesi lainnya sebanyak 10.089 unit (9,05 persen).
Heru mengatakan BP Tapera terus menjalankan mandat pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program KPR Sejahtera FLPP.
Ia optimistis berbagai kebijakan yang telah disiapkan pemerintah akan semakin memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah.
Salah satu kebijakan terbaru yang dinilai akan meningkatkan daya beli masyarakat adalah perpanjangan tenor KPR Sejahtera FLPP. Jika sebelumnya maksimal 20 tahun, kini jangka waktu pembiayaan diperpanjang hingga 40 tahun sehingga cicilan menjadi lebih ringan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih bergaya media online seperti Detik, Kompas, atau Beritasatu dengan judul yang lebih menarik (clickable).***














