Connect with us

Ekonomi

500.000 Orang Dikabarkan Terancam PHK

Diterbitkan

pada

Ilustrasi ribuan buruh di kawasan Bekasi. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA – 500.000 karyawan terancam PHK atau terpaksa dirumahkan. Demikian dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid.

Ia berharap pemerintah dapat terus berikan dukungan bagi dunia usaha dan sektor industri lewat insentif.

“Pemberian insentif fiskal dan nonfiskal ke industri-industri yang merupakan motor penggerak perekonomian Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (3/11/2022).

Arsjad mengatakan, dukungan pemerintah dalam bentuk insentif fiskal dan non-fiskal terhadap industri padat karya merupakan langkah krusial di tengah ancaman badai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), seperti yang masih berlangsung akhir-akhir ini akibat tekanan pandemi.

Gelombang PHK telah terjadi di berbagai wilayah akibat tekanan ekonomi global. Di Jawa Barat misalnya, setidaknya 18 pabrik garmen terpaksa tutup sehingga para pekerjanya kehilangan pekerjaan.

Advertisement

Kadin menyebut industri dan produk tekstil kini tengah anjlok kinerjanya akibat menurunnya permintaan ekspor akibat perlambatan ekonomi, kenaikan inflasi, dan tekanan pasar lokal.

Dengan tekanan yang sangat tinggi di sektor ini, Kadin menyebut sebanyak 500.000 karyawan terancam dirumahkan atau terpaksa mengalami PHK.

Kadin mengatakan sektor padat karya lainnya yang menunjukkan penurunan kinerja secara signifikan adalah industri hasil tembakau.

Profitabilitas perusahaan rokok terus mengalami penurunan akibat beban cukai yang terlalu tinggi di saat situasi ekonomi yang tidak pasti. Sejumlah perusahaan rokok besar yang biasanya meraih cuan kini terpaksa mengalami penurunan laba bersih yang signifikan.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement