Home Ekonomi Wamendag Optimis Perdagangan Kripto Akan Menambah Pendapatan Negara

Wamendag Optimis Perdagangan Kripto Akan Menambah Pendapatan Negara

oleh Bambang

Ilustrasi Kripto. (ist)

FAKTUALid – Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, menegaskan rasa optimis kripto bisa jadi sumber pendapatan negara yang potensial dan memberikan kontribusi yang potensial dan berkelanjutan bagi negara jika dilembagakan.

“Saat ini saja, baru beberapa tahun sejak aktif perdagangannya di Indonesia, nilai perdagangan kripto sudah mencapai Rp1,7 triliun per hari. Ini sumber pendapatan negara yang potensial. Syaratnya harus dilembagakan dengan baik,” kata Jerry dalam keterangan persnya, Jakarta, Minggu (13/6/2021).

Menurut Jerry, pelembagaan perdagangan kripto yang baik harus memenuhi dua kriteria. Pertama, kebijakannya harus mencerminkan segala aspek baik dari sisi pelaku usaha maupun pemerintah sendiri. Kedua, harus mempertimbangkan kelangsungan dan pembentukan iklim bisnis crypto itu sendiri.

Soal potensi pendapatan negara, Jerry menilai harus dibicarakan lintas kementerian. Terpenting, perdagangan bursa kripto memerlukan waktu dan proses tumbuh yang harus dikondisikan pemerintah.

“Harus seimbang, dan ini mencerminkan fasilitasi pemerintah untuk menumbuhkan iklim usaha perdagangan kripto yang baik, karena itu kami di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan serta kementerian lain terkait sedang terus berkomunikasi,” kata Wamen.

Melihat potensi yang besar itu, Jerry mengatakan, agenda pemerintah saat ini yakni segera mewujudkan bursa crypto. Pasalnya, melalui bursa pencatatan, monitoring, manajemen dan evaluasi mengenai perdagangan crypto akan terwujud.

Bursa juga berfungsi untuk menegaskan posisi dan peran masing-masing stakeholder. Sehingga sistem koordinasi, komunikasi dan pertanggungjawaban peran masing-masing bisa punya batasan yang jelas.

“Pedagang kripto punya peran dan tanggung jawab masing-masing, penyelenggara bursa juga begitu. Demikian juga dengan pemerintah sebagai regulator dan fasilitator. Kami ingin perdagangan crypto menunjang kesejahteraan semua elemen masyarakat tetapi juga aman bagi negara,” tutur Jerry.

Sebagai informasi, perdagangan crypto memang menjadi trend sekitar dua tahun terakhir. Pertumbuhannya yang cepat membuat para investor tertarik.

Di Indonesia, kripto tidak dimasukkan sebagai alat pembayaran atau mata uang, tetapi sebagai komoditas. Oleh karena itu, kripto hanya bisa diperdagangkan. Sebagai komoditas, kripto masuk dalam ranah Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang ada di bawah Kementerian Perdagangan.

Para pelaku usaha terlihat sangat antusias dengan rencana pembentukan bursa. Pasalnya dengan dilembagakan secara baik sehingga perdagangan kripto akan mempunyai kepastian hukum dan semua pihak merasa terlindungi.

Selain itu sumber pendapatan para pelaku usaha diregulasi dengan baik melalui aturan resmi. Sehingga pelaku usaha bisa dengan aman bertransaksi melakukan kegiatan serta aman dalam berhubungan dengan ketentuan nasional.(***)

You may also like

Tinggalkan Komentar