Connect with us

Ekonomi

SIG Bantu Tempat Berjualan Bagi Penyandang Disabilitas

Avatar

Diterbitkan

pada

Sebuah stand bantuan SIG untuk penyandang disabilitas.

FAKTUAL-INDONESIA: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyediakan stand untuk usaha bagi penyandang disabilitas. Bantuan stand penjualan pujasera di kawasan Kuliner Wisma Ahmad Yani Gresik ini diberikan kepada para lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik.

Menurut General Manager of CSR SIG, Edy Saraya, program ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan terhadap penyandang disabilitas di Gresik. “SIG mendukung kelompok disabilitas agar mampu mandiri dengan mengelola usaha. Diharapkan para penyandang disabilitas ini lebih percaya diri dengan berwirausaha dan bersosialisasi langsung dengan para pelanggan,” ujarnya, Kamis (10/3/2022).

Tempat berjualan bantuan SIG yang dinamai Kedai Pink ini dikelola secara mandiri oleh 5 orang penyandang disabilitas asal Gresik ini, sejak bulan Januari 2022. Seluruh aktivitas berjualan mulai dari proses memasak hingga penyajian makanan dilakukan secara bergantian setiap harinya.

Menurut salah satu pengelola Kedai Pink, Dinda Intan Lestari, pihaknya mengaku terbantu dan berterima kasih atas bantuan dan pendampingan yang diberikan oleh SIG. “Kami sangat berterima kasih kepada SIG atas bantuan tempat untuk berjualan yang diberikan untuk kami, karena bermanfaat untuk kami supaya mandiri,’ ujarnya.

Kedai Pink itu sendiri buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.30 WIB, dengan menu andalan Dimsum dan Freshy Ice Tea. Berbekal ilmu yang diperoleh dari sekolah, pengelolaan kedai dapat berjalan dengan baik dan pelanggan senang dengan pelayanan yang diberikan.

Advertisement

Sementara, Guru Pembimbing SLB AB Kemala Bhayangkara 2 Gresik, Nikmatul Izzah, bersyukur anak didiknya diberikan kesempatan mempraktikkan langsung materi yang mereka pelajari di sekolah. Menurutnya, ini penting untuk pengembangan diri mereka, terutama untuk melatih kemandirian. “Selama ini mereka masih tergantung dengan orang tua. Semoga ini juga dapat menjadi contoh bagi kelompok disabilitas yang lain,’ ujarnya.

Menurut Edy Saraya, para penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Kepedulian terhadap kaum disabilitas ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap salah satu pencapaiaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yaitu kesetaraan gender dan non diskriminasi.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement