Connect with us

Ekonomi

Giliran 7.500 Pekerja Padat Karya Gresik Dapat Vaksinasi Covid-19

Diterbitkan

pada

Suasana vaksinasi di PT Karunia Alam Segar Gresik.

FAKTUALid – BPJAMSOSTEK mendukung program Pemprov Jatim yang memberikan vaksinasi Covid-19 untuk 7.500 pekerja di PT Karunia Alam Segar Gresik. Mereka berharap, penambahan jumlah pekerja di perusahaan padat karya yang divaksin itu, bisa menekan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Menurut Deputi Direktur (Depdir) BPJAMSOSTEK Jatim, Deny Yusyulian, pihaknya mendukung program vaksin untuk para pekerja yang difokuskan pada perusahaan padat karya, karena merekalah yang dinilai paling dominan menopang perekonomian. “PT Karunai Alam Segar ini berhak kami berikan apresiasi, karena mereka patuh pada regulasi pemerintah pusat dan provinsi, terutama tentang kepesertaannya di BPJAMSOTEK,” ujarnya, Sabtu (31/7/2021).

Sebelumnya, BPJaMSOSTEK juga memberikan dukungan pada progran vaksin untuk pekerja padat karya di PT Integra yang juga sudah patuh regulasi soal BPJAMSOSTEK. Dukungan serupa akan diberikan juga pada PT Maspion Group dan perusahaan lain sebagai nilai tambah bagi perusahaan yang sudah mendaftarkan diri sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Estu Bagijo, dirinya hanya menjalankan perintah gubernur untuk memberikan vaksin pada para pekerja padat karya, agar lebih cepat terbentuk kekebalan komunal (herd imunity) di Jawa Timur. Pihaknya yang berkolaborasi dengan BPJAMSOSTEK akhirnya memilih PT Karunai Alam Segar yang sejak awal terlihat serius memberi perlindungan pada pekerjanya.

Hingga saat ini di Jatim, kata dia, total sudah sekitar 50 ribu pekerja yang sudah divaksin Covid-19. Pihaknya masih butuh kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mensukseskan program vaksinasi ini. “Kita hanya bondo (modal) vaksin saja. Yang lain menyiapkan nakes dan suport lainnya,” ujarnya.

Advertisement

Sementara Direksi PT Karunia Alam Segar, Tjahjana Kurniawan sangat berterima kasih kepada Pemprov Jatim dan BPJAMSOSTEK yang telah menjadikan tempat usahanya sebagai target vaksin. “Jumlah karyawan kami total ada 18 ribu orang. Tapi yang sudah divaksin baru 1.200-an orang, karena kami memang kesulitan untuk mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Sebelumnya, kata dia, memang ada vaksin Gotong Royong, tapi plafonnya hanya untuk 200 orang saja atau sangat tidak sebanding dengan jumlah yang dibutuhkan industri makanan tersebut. Untuk mengatasi banyaknya karyawan yang belum divakin, pihaknya hanya mengandalkan penerapan standar protokol kesehatan yang lebih ketat.

Pelaksanaan vaksinasi di Gresik ini dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Kepala daerah perempuan pertama di Provinsi Jatim ini juga berkesempatan menyerahkan santunan BPJAMSOSTEK secara seremonial kepada para ahli waris karyawan perusahaan padat karya tersebut yang meninggal dunia.***

 

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement