Kesra
Sirani Warga Binaan Lapas Klungkung Bali, Tekankan “Tat Twam Asi “,”Aku adalah Engkau dan Engkau adalah Aku”

Penyuluh Agama Hindu Kemenag memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan Lapas Klungkung. (Humas Kemenag Klungkung)
FAKTUAL INDONESIA: Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klungkung, Bali menekankan kembali prinsip Tat Twam Asi yang berarti “Aku adalah engkau dan engkau adalah aku” saat Sirani atau siraman rohani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klungkung.
Melalui Sirani itu Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, para penyuluh mengajak warga binaan memahami pentingnya moderasi beragama sebagai bekal ketika kembali hidup di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membentuk sikap saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, serta menghargai keberagaman tanpa mengurangi keyakinan terhadap agama yang dianut.
“Moderasi beragama adalah sikap beragama yang mengedepankan keseimbangan, saling menghormati, tidak berlebihan, serta mampu hidup rukun dalam keberagaman tanpa meninggalkan keyakinan masing-masing,” ujar Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Luh Sri Kusuma Dewi, Senin (29/6/2026).
Penguatan nilai moderasi beragama juga disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kemenag Klungkung, Made Okta Rapinanti. Ia menjelaskan bahwa ajaran Hindu sejak lama telah mengenalkan prinsip Tat Twam Asi yang berarti “Aku adalah engkau dan engkau adalah aku.”
Menurutnya, filosofi tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama dan berhak memperoleh penghormatan tanpa memandang agama, suku, maupun budaya.
“Karena itu, umat Hindu diajarkan untuk saling menghargai, tidak membenci, dan tidak merendahkan orang lain meskipun berbeda agama, suku, maupun budaya,” jelasnya.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan ini juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk mempertebal sraddha (keimanan) dan bhakti (ketakwaan), sekaligus memperkuat mental spiritual agar mampu menjalani masa pembinaan dengan semangat serta optimisme untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Seperti dilandir laman Kemenag, pembinaan keagamaan di Lapas Klungkung ini juga sejalan dengan implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan program Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan serta Layanan Keagamaan Berdampak. Melalui sentuhan pembinaan spiritual yang berkelanjutan, Kementerian Agama berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang tidak hanya memperkuat keimanan umat, tetapi juga menumbuhkan nilai kemanusiaan, toleransi, dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. ***














