Connect with us

Ekonomi

Rupiah dan IHSG BEI Sama-sama Menguat, Ada Pengaruh Perang Israel lawan Iran

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah dan IHSG BEI Sama-sama Menguat, Ada Pengaruh Perang Israel lawan Iran

Nilai tukar (kurs) rupiah) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), kompak menguat pada penutupan perdagangan, Selasa (24/6/2025) sore

FAKTUAL INDONESIA: Sama-sama ditutup menguat, nilai tukar (kurs) rupiah dan  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan, Selasa (24/6/2025) sore.

Ada pengaruh perang Iran dan Israel dalam menguatnya kurs rupiah dan IHSG BEI pada perdagangan kali ini.

Terutama dengan harapan akan terjadinya perdamaian di Timur Tengah setelah adanya klaim gencatan senjata antara Israel dan Iran.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Selasa di Jakarta menguat sebesar 139 poin atau 0,84 persen menjadi Rp16.354 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.492 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat ke level Rp16.370 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.484 per dolar AS.

Advertisement

Sementara itu IHSG ditutup menguat 82,03 poin atau 1,21 persen ke posisi 6.869,17. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,58 poin atau 1,40 persen ke posisi 764,41.

Baca Juga : Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat Sedangkan IHSG BEI Melemah

Harapan Perdamaian

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menganggap penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi isyarat pejabat Federal Reserve Michelle Bowman terkait potensi penurunan suku bunga paling cepat pada bulan Juli 2025.

“(Terjadi) pergeseran narasi suku bunga Federal Reserve dengan Gubernur Fed Michelle Bowman (yang) mengisyaratkan potensi penurunan suku bunga paling cepat Juli, dengan alasan meredanya tekanan inflasi,” ungkapnya sebagaimana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Pernyataan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) menambah spekulasi terhadap langkah The Fed berikutnya, yang mana pasar kini mengalihkan fokus mereka pada penyampaian Gubernur The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres pada hari ini untuk petunjuk kebijakan lebih lanjut.

Advertisement

Baru-baru ini, laporan kebijakan moneter The Fed mengungkapkan bahwa ada tanda-tanda awal bahwa tarif berkontribusi terhadap inflasi yang lebih tinggi. Namun, dampak sepenuhnya belum tercermin dalam data.

“Laporan tersebut menambahkan bahwa kebijakan saat ini berada pada posisi yang baik dan bahwa stabilitas keuangan tangguh di tengah ketidakpastian yang tinggi,” kata Ibrahim.

Penguatan kurs rupiah juga disebabkan harapan perdamaian di Timur Tengah. Di dalam platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa Iran dan Israel telah menyepakati gencatan senjata secara menyeluruh untuk mengakhiri “perang 12 hari” antara kedua negara itu.

“SELAMAT UNTUK SEMUANYA! Telah disepakati secara penuh oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan dilakukan GENCATAN SENJATA Penuh (kira-kira dalam 6 jam dari sekarang, ketika Israel dan Iran telah meredakan dan menyelesaikan misi akhir yang masih berjalan!), untuk 12 jam, di mana Perang akan dianggap BERAKHIR!” tulis Presiden AS.

Trump menyatakan bahwa Iran akan terlebih dahulu mematuhi gencatan senjata, Israel akan menyusul 12 jam kemudian, dan dalam 24 jam, “berakhirnya secara resmi perang 12 hari akan disambut dunia”.

Advertisement

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah dan IHSG BEI Sama-sama Ditutup Melemah

Namun, di platform X, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan mengenai gencatan senjata antara Iran dengan Israel.

Tensi Timur Tengah

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat, yaitu dipimpin sektor properti yang naik sebesar 3,20 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor kesehatan yang naik masing-masing sebesar 3,18 persen dan 2,27 persen.

Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor energi yang minus 0,51 persen.

Advertisement

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JSPT, JIHD, SMDM, JATI, dan KRAS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni RUIS, ASPI, PBSA, SICO, dan SSTM.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.221.039 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,83 miliar lembar saham senilai Rp11,94 triliun. Sebanyak 453 saham naik, 165 saham menurun, dan 181 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 445,91 poin atau 1,16 persen ke 38.800,50, indeks Hang Seng menguat 487,65 poin atau 2,06 persen ke 24.277,48, indeks Shanghai menguat 39,98 poin atau 1,15 persen ke 3.420,78, dan indeks Strait Times menguat 2,44 poin atau 0,63 persen ke 3.903,64.

Baca Juga : Ada Pengaruh China Bikin Rupiah Menguat, Perang Israel dan Iran Tekan IHSG Melemah

IHSG BEI pada Selasa sore ditutup menguat seiring mulai mereda konflik antara Iran dan Israel di kawasan Timur Tengah.

“IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat, didorong sentimen harapan akan de-eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat mengurangi kekhawatiran akan risiko global,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Selasa

Advertisement

Harapan de-eskalasi itu seiring mereda ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara antara Iran dan Israel.

Pelaku pasar juga merespons positif pernyataan Wakil Ketua Fed Michelle Bowman, yang mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga paling cepat pada Juli 2025.

Selanjutnya, pasar mengalihkan perhatian mereka kepada Ketua The Fed Jerome Powell, yang akan memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS pada Selasa dan Rabu waktu setempat, untuk mengetahui sinyal tentang arah suku bunga di masa mendatang.

Dari kawasan Asia, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China akan meninjau revisi undang-undang anti-persaingan tidak sehat untuk mengatur persaingan di platform online, yang bertujuan untuk mengurangi persaingan agresif dan memperkuat regulasi.

Demikian informasi nilai tukar (kurs) rupiah) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan, Selasa (24/6/2025) sore, seperti dilansir laman berita antaranews.com. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca