Ekonomi

Awal Pekan, Rupiah dan IHSG Kompak Sama-sama Menguat, Tumbuhkan Optimisme Berlanjut

Published

on

Awal Pekan, Rupiah dan IHSG Kompak Sama-sama Menguat, Tumbuhkan Optimisme Berlanjut

Awal pekan yang mengesankan bagi pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada transaksi Senin (26/1/2026)

FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka awal pekan dengan sama-sama perkasa pada perdagangan, Senin (26/1/2026).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sudah menguat sejak pembukaan perdagangan valuta Senin pagi dan terus bertahan hingga penutupan perdagangan sore harinya.

Pergerak IHSG BEI juga sama dimana sudah langsung masuk zona hijau sejak pembukaan perdagangan saham dan terus nyama sampai ditutup menguat saat penutupan perdagangan.

Baca Juga : Rupiah Masih Menguat, IHSG BEI Kembali Melemah

Keperkasaan di awal pekan, minggu terakhir bulan Januari 2026 ini, menumbuhkan optimisme posisi kurs rupiah dan IHSG akan berlanjut ke depan, khususnya Selasa (27/1/2026).

Rupiah Menguat 38 Poin

Advertisement

Pada perdagangan Senin, rupiah sudah tampil perkasa sejak pembukan ketika mampu menekan dolar AS dengan menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.784 dari sebelumnya Rp16.820 per dolar AS.

Tekanan rupiah naik lagi saat penutupan perdagangan valuta ketika ditutup menguat 38 poin atau 0,23 persen menjadi Rp16.782 dari sebelumnya Rp16.820 per dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Masih Menguat, IHSG BEI Kembali Melemah

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.779 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.838 per dolar AS.

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa kurs kupiah berhasil menguat di tengah guncangan pasar seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan negara anggota NATO terkait Greenland.

“Retorika Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, seperti dilansir ipotnews, Senin(26/1/2026).

Advertisement

Ketegangan perdagangan juga meningkat di tengah penguatan rupiah, setelah Presiden AS DonaldTrump mengumumkan pengenaan tarif impor 100% terhadap Kanada menyusulkesepakatan perdagangannya dengan China.

Baca Juga : Rupiah Terus Menguat, IHSG Kembali Tergelincir ke Zona Merah

Selain itu, rupiah juga menguat di tengah ekspektasi seputar kebijakan moneter AS.

Federal Reserve dijadwalkan untuk mengakhiri pertemuan kebijakannya pekan ini, dan pasar secara luas mengantisipasi bahwa para pembuat kebijakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga.

Dari sisi internal, rupiah menguat seiring nada positif pasar terhadap komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah.

“Pasar mendukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah yang memberikan sentimen positif, dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot,” katanya, seperti dilaporkan liputan6.

Advertisement

Penguatan rupiah juga didukung cadangan devisa (cadev) yang lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.

Ke depan, lanjutnya, BI meyakini kurs rupiah akan tetap stabil dengan kecenderungan menguat berkat dukungan imbal hasil yang menarik, inflasi rendah, dan tetap baiknya prospek pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga : Hari Ini dari Pagi hingga Sore, IHSG Terperosok ke Zona Merah, Rupiah Bangkit Menguat Tipis

IHSG Menguat Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan awal pekan dengan nyaman dan bergairah ketika dibuka dan ditutup menguat Senin.

Ketika pembukaan, IHSG berada di zona hijau dengan menguat menguat 16,72 poin atau 0,19 persen ke posisi 8.967,73.

Advertisement

IHSG terus mempertahankan posisinya di zona hijau ketika ditutup menguat 24,32 poin atau 0,27 persen ke posisi 8.975,33.

Pada pembukaan perdagangan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,84 poin atau 1,01 persen ke posisi 882,43. Sedangkan saat penutupan, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,59 poin atau 0,07 persen ke posisi 872,99.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim seperti dilansir metrotv, sebelumnya memperkirakan IHSG akan berkonsolidasi pada kisaran 8.850-9.050.

“Konsolidasi ini sebelum menentukan arah selanjutnya. Jika IHSG mampu ditutup di atas level 9.050, maka berpotensi akan melanjutkan rebound,” ujar Ratna Lim dalam kajiannya.

Penutupan IHSG menguat di saat pelaku pasar antisipatif soal potensi memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Baca Juga : IHSG Melambung Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Rupiah Dalam Bahaya Dekati Rp17.000 Perdolar AS

“Bursa regional Asia yang cenderung melemah terbebani oleh ketegangan geopolitik dan menjelang keputusan suku bunga The Fed pekan ini,” ujar Maximilianus Nicodemus pakar pasar saham.

Nico mengakui pelaku pasar pasti mencermati risiko peningkatan konflik di kawasan Timur Tengah. Apalagi tiga pesawat tempur milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dipindahkan dari Jerman ke negara-negara di Timur Tengah, termasuk Kuwait dan Qatar, dalam dua hari terakhir. Sebuah armada perang Amerika juga dikerahkan Donald Trump Presiden AS.

“Ketegangan geopolitik tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi eskalasi yang dapat mengganggu aliran energi,” ujar Nico.

Selain itu juga ada kekhawatiran soal ancaman tarif 100 persen terhadap Kanada, apabila Ottawa mengejar kesepakatan perdagangan dengan China.

Kemudian  dari dalam negeri, International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi 5,1 persen pada 2026. Angka ini meningkat dari pertumbuhan di 2025 sebesar 5,0 persen.

Advertisement

IMF juga meminta Bank Indonesia hati-hati mengintervensi rupiah di pasar valuta Asing. Nilai tukar rupiah disebut harus berfungsi sebagai peredam guncangan utama di tengah tingginya ketidakpastian global.

Baca Juga : IHSG Lagi-lagi Cetak Rekor Tettinggi dan Ditutup Menguat, Rupiah Lagi-lagi Melemah

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 57,508 miliar senilai Rp36,970 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp16,341 triliun dengan frekuensi sebanyak 3.836.233 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 267 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 428 saham melemah, dan 110 saham lainnya stagnan.

Indeks Sektoral IDX-IC mencatat tiga sektor menguat, dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 3,85 persen, lalu sektor transportasi & logistik naik sebesar 1,71 persen, dan sektor barang konsumen primer yang naik 0,26 persen.

Ada juga delapan sektor yang melemah, yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 2,26 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor properti yang masing-masing turun sebesar 2,19 persen dan 2,08 persen.

Advertisement

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JAST, MPIX, BBRM, GTRA dan ELSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yaitu INET, MINA, KIOS, TRIN, dan GTSI.

Baca Juga : IHSG Ditutup Menguat dan Cetak Rekor Tertinggi ATH, Rupiah Kembali Tergelincir

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menyampaikan, penguatan IHSG didorong oleh kenaikan saham sektor basic materials seiring rebound harga komoditas. Namun tekanan muncul dari sektor energi akibat koreksi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

“Pelemahan saham energi diduga dipicu antisipasi pasar terhadap pengumuman metodologi perhitungan free float oleh MSCI atas saham-saham di Indonesia,” ujar Alrich kepada Kontan, Senin (26/1/2026).

Untuk perdagangan Selasa (27/1/2026), Herditya memproyeksikan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan area support di 8.923 dan resistance di 9.026.

“Namun pergerakan komoditas emas global dan perkembangan isu fiskal Amerika Serikat masih akan sangat mempengaruhi volatilitas IHSG,” katanya. ***

Advertisement

Exit mobile version