Wisata
Penambang Pasir Di Kudus Kelola Wisata Waduk Logung

Bendung Logung wisata andalan Kudus. (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Bendungan Logung di perbatasan Desa Kandangmas dengan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, berhasil mengangkat potensi Desa menjadi obyek wisata.
Warga yang dulu kebanyakan bekerja sebagai penambang pasir, kini beramai-ramai alih profesi sebagai pelaku wisata.
Bendungan Logung dibangun 2014 dan diresmikan 2018. Memiliki pesona alam yang indah. Panorama perbukitan yang mengelilingi telaga, dapat memanjakan mata. Itulah yang kemudian menjadi magnet yang dikembangkan masyarakat setempatmenjadi wisata.
Ramidi, bagian keamanan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kandangmas menuturkan, desanya saat ini telah dinobatkan sebagai Desa Wisata, lantaran adanya Bendungan Logung.
“Alhamdulillah, karena ada Bendungan Logung, masyarakat yang dulunya menambang pasir sekarang jadi pengelola wisata,” ujarnya, Selasa (15/3/2022)
Ia menambahkan, bukan hanya penambang pasir yang berpindah haluan menjadi pelaku wisata, masyarakat setempat juga mulai membuka usaha kuliner di sekitar lokasi wisata. Tentu, kondisi tersebut mampu meningkatkan perekonomian warga.
“Sekarang ada yang membuka warung, ini sangat membantu masyarakat yang tadinya tidak punya penghasilan,” lanjutnya.
Bahkan, papar Ramidi, Desa Wisata yang terdorong Bendungan Logung juga mampu mengangkat potensi desa. Seperti UMKM gula merah, wisata alam, dan wisata religi.
“Potensi Kandangmas ada gula merah, wisata religi, ada juga Belik Kemadoh dengan pemandangan bagus sekali,” jelasnya.
Ketua Pokdarwis Desa Kandangmas, Sabari menyampaikan wisatawan dapat menikmati keindahan panorama Bendungan Logung dengan menaiki perahu atau speed boat.
“Kalau perahu Rp15 ribu sampai Rp17 ribu. Tapi kalau speed boat antara Rp80 ribu sampai Rp90 ribu, itu bisa dinaiki 3 sampai 4 orang,” tuturnya.
Untuk jumlah wisatawan, Sabari menjelaskan, belum bisa dihitung secara pasti karena kondisi pandemi.
“Kalau sebelum pandemi bisa mencapai 1000 orang per hari, kalau sekarang naik-turun karena belum buka seratus persen,” ungkapnya.
Keberadaan Kandangmas sebagai Desa Wisata rintisan juga telah mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kita pernah menerima bantuan keuangan dari Provinsi sebesar Rp100 juta untuk pengembangan wisata di sini. Dan, saat ini masih akan terus kita kembangkan,” tandasnya.
Bendungan logung juga bermanfaat untuk mengurangi debit air Sungai Logung dan potensi banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus dengan debit 104,5 meter kubik per detik.
Selain itu juga digunakan sebagai irigasi lahan pertanian seluas 2.821 hektar yang memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan sepanjang tahun.
Air dari waduk ini juga untuk sumber air bersih masyarakat di Kabupaten Kudus dengan kapasitas penyediaan rata-rata 200 liter per detik. Pemanfaatan lainnya yaitu untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan energi listrik dengan potensi mencapai 0,5 mw.***














