Kesehatan
8 Cara Mengatasi Trauma pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Foto Ilustrasi (Foto: Shutter Stock)
FAKTUAL-INDONESIA: Trauma dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Menghilangkan trauma pada anak bukanlah sesuatu yang mudah. Anak yang mengalami trauma akan merasa tertekan dan bisa bertahan hingga dewasa. Jika demikian, penting untuk mengetahui cara mengatasi trauma pada anak agar tidak berkepanjangan,
Seorang anak yang mengalami trauma membutuhkan perhatian khusus. Sebagai orang tua, tentu menginginkan Si kecil dapat menghapus trauma dikepala. Meski tidak mudah, namun peran orang tua ternyata sangat dibutuhkan untuk menghapus trauma pada anak.
Kasih sayang dan perhatian yang diberikan orang tua dapat menjadi cara mengatasi trauma yang terjadi pada anak. Selain itu, terdapat beragam cara mengatasi trauma pada anak lainnya yang perlu orang tua ketahui. Setelah menerapaknnya, diharapkan trauma anak secara perlahan akan memudar dan kembali normal.
Baca juga: Anak Disleksia Bukan Berarti Bodoh atau Keterbelakangan Mental
Berikut beberapa cara mengatasi trauma pada anak yang telah faktualid.com rangkum dari sehatq dan klikdokter.
Daftar isi
1. Memberi perhatian lebih
Cara mengatasi trauma pada anak yang pertama yaitu memberikan perhatikan lebih kepada Si kecil. Sulit untuk menghilangkan trauma dan anak cenderung tidak memaksa menghilangkannya. Untuk itu, berilah peran aktif dalam proses dengan menghabiskan waktu bersamanya sebagai tahapan penyembuhan.
Selain itu, orang tua juga perlu memberikan rasa aman pada anak agar dirinya leluasa dalma menyempaikan apa yang sedang dirasakan. Jika anak enggan untuk mengungkapkan, minta sang anak untuk menggambarkannya dengan berbicara tentang apa yang sudah dibuat.
2. Hargai perasaannya
Jika anak mengalami trauma namun sang orang tua mengganggapnya itu adalah hal remeh, mulai sekarang hindari tersebut. Sebagai orang tua, Anda justru perlu menghargai apa yang mereka rasakan.
Akui bahwa rasa cemas yang dialami anak itu nyata dan mengganggu. Pasalnya, tanpa dukungan orang tua tentu trauma anak lebih sulit diatasi dan bahkan trauma tersebut bisa melekat hingga dewasa meskipun terdengar sepele.
3. Bangun kembali rasa aman dan percaya
Cara mengatasi trauma pada anak berikutnya yaitu membangun kembali rasa aman dan percaya anak. Trauma membuat dirinya merasa tidak aman dan sulit percaya terhadap orang dilingkungan sekitarnya. Cobalah untuk membantunya dengan menunjukkan bahwa Anda akan melakukan segala hal untuk melindungi Si kecil.
Berilah penjelasan tentang traumatis tersebut bahwa semua sudah berlalu dan sudah saatnya bagi untuk kembali hidup seperti biasanya. Hidup dihantui trauma tentu akan tidak nyaman. Memang Anda tidak bisa menutut anak untuk melupakannya.
Namun paling tidak Anda bisa berikan rasa aman ketika trauma pada anak muncul supaya mereka tidak merasakan sedih dan cemas. Secara perlahan, diharapkan kondisi psikologis anak berangsur membaik.
4. Bimbing dengan sabar
Selain memberikan rasa aman dan percaya, cara mengatasi trauma pada anak juga memerlukan bimbingan dengan sabar. Ketika hal buruk terjadi, anak cenderung mengalami stres karena cara pandang yang berbeda dengan orang dewasa.
Oleh sebab itu, sabarlah dalam merawat anak yang mengalami trauma. Kesabaran merupakan kunci ketenangan dan kemampuan anak menghadapi rasa takutnya. Ciptakan keyakinan kepada anak bahwa anak dapat mengatasinya dan melewatinya dengan baik.
Baca juga: 5 Mitos Tentang ADHD, Gangguan Mental Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua!
5. Bersikap dan bertutur kata yang baik
Terkadang, orang tua seringkali ‘kelewatan’ dan tanpa sengaja melakukan hal yang semestinya tidak dilakukan. Cara menghilangkan trauma kekerasan pada anak adalah bersikap dan bertutur kata yang baik kepada meraka. Ketika berbincang dengan anak, gunakanlah kata-kata yang baik.
Ungkapkan rasa penyesalan dan permohonan maaf kepada dirinya. Selain itu, hindari berkata kasar dan memarahinya karena hanya akan membuatnya semakin menarik diri. Sebisa mungkin, ciptakanlah kehangatan antara anak dan orang tua supaya tidak merasa ketakukan lagi.
6. Latih keberanian anak
Cobalah untuk melatih keberanian anak saat mereka sudah tampak dan terbuka. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keberanian anak dan rasa percaya diri. Jangan lupa berikan penegaskan bahwa anak mampu mengatasi apa yang sudah terjadi di masa lalu.
Semisal anak mengalami trauma pada kucing karena melihat temannya dicakar, mintalah persetujuan dengan mengatur kondisi anak untuk berdekatan dengan kucing peliharaan kerabat atau tetangga. Namun, Anda tak perlu terburu-buru untuk mengaplikasikan hal tersebut.
Mulai untuk melihat kucing dari jauh. Nantinya, anak akan bisa diajak lebih berdekatan dengan kucing tersebut walau tidak menyentuhnya. Sebelum menerapkan cara mengatasi trauma pada anak ini, pastikan Anda menanyakan persetujuan dan penerimaan anak.
7. Berikan asupan yang baik
Salah satu cara mengatasi trauma pada anak adalah dengan memberikan asupan yang baik. Siapa sangka, makanan yang dimakannya ternyata dapat berpengaruh pada suasana hati. Protein berkualitas dan lemak sehat yang diberikan pada anak nyatanya mampu memperbaiki suasana hati anak dan meringankan gejala traumanya.
Usahakan selalu memberikan buah dan sayuran segar pada anak. Untuk menghindari makanan diluar yang cenderung mengandung lemak tidak sehat dan kandungan yang berlebih, sebaiknya Anda memasaknya sendiri di rumah. Hal ini tentu dapat berdampak pada kesehatan anak.
Setelah makanan sudah jadi, sediakan hidangan dan ajak anak makan bersama seluruh anggota keluarga. Kebiasaan ini dapat meningkatkan kedekatan bersama anak dan membuatnya merasa aman.
8. Minta bantuan ahli
Apabila cara mengatasi trauma pada anak diatas dirasa kurang efektif serta trauma anak cukup berat, maka cara yang tepat adalah meminta bantuan kepada ahlinya. Jangan ragu untuk berkonsultasi pada psikolog anak atau psikiater anak bila dibutuhkan. Disana, anak akan mendapatkan pendampingan dan cara yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Itulah beberapa cara mengatasi trauma pada anak. Memang tidak mudah untuk menghapus trauma yang dialami anak, namun dengan kasih sayang orang tua, perlahan trauma anak kemungkinan akan hilang.***













