Connect with us

Kesehatan

Gagap pada Anak Akan selalu Dialami di Usia 18-24 Bulan

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Gagap pada anak biasanya bersifat sementara dan bisa hilang dengan sendirinya seiring pertambahan usia. Akan tetapi, ada juga anak yang mengalami gagap hingga usia dewasa. Dalam hal ini, langkah penanganan perlu dilakukan guna mencegah anak sulit berkomunikasi.

Gagap biasanya dialami oleh anak saat berusia 18–24 bulan. Kondisi tersebut umum terjadi, karena periode usia ini adalah masa ketika anak mulai belajar untuk mengasah kemampuan berbicara dan berbahasanya. Dengan demikian, tidak diperlukan penanganan khusus untuk mengatasinya.

Menurut American Academy of Pediatrics, ketidaklancaran dalam berbicara, termasuk gagap, dan mengulang kata-kata atau frase, kemungkinan memengaruhi hingga 5% dari semua anak di beberapa titik dalam perkembangan mereka. Dan biasanya anak-anak mengalami periode kelancaran dan ketidaklancaran yang bergantian saat mereka berkembang.

Namun, bagi kebanyakan anak-anak, sebagian besar ketidaklancaran akan hilang dengan sendirinya.

Gagap, atau gangguan kelancaran onset masa kanak-kanak, adalah ketika gangguan perkembangan normal menjadi kondisi kronis yang bertahan hingga dewasa. Gagap ditandai dengan masalah yang sering dan signifikan terhadap kelancaran dan aliran bicara normal. Orang yang gagap tahu apa yang ingin mereka katakan, tetapi mereka kesulitan mengatakannya.

Advertisement

Gagap dapat memburuk ketika orang bersemangat, lelah atau stres, atau ketika mereka merasa sadar diri, tergesa-gesa atau tertekan, seperti dikutip dari Medical Xpress, Sabtu (30/10/2021).

Kondisi tersebut tentu membuat dia sulit berkomunikasi dengan orang lain dan bisa menyebabkan kualitas hidupnya menurun.

Setelah evaluasi komprehensif oleh ahli patologi wicara-bahasa, keputusan tentang pendekatan pengobatan terbaik dapat dibuat. Beberapa pendekatan tersedia untuk mengobati anak-anak dan orang dewasa yang gagap.

Penyebab Gagap pada Anak

Penyebab seorang anak menjadi gagap masih belum diketahui secara pasti. Namun, gagap pada anak diperkirakan terjadi karena beragam faktor, seperti:

Advertisement

– Faktor keturunan

Gagap pada anak dapat bersifat genetik atau diturunkan dari orang tua. Beberapa riset mengungkapkan bahwa sekitar 60% anak yang mengalami gagap memiliki anggota keluarga yang juga gagap.

– Gangguan pada otak

Gagap pada anak juga bisa terjadi jika ada gangguan pada saraf atau bagian otak yang mengendalikan kemampuan berbahasa dan berbicara. Selain gagap, gangguan ini juga bisa membuat anak menjadi cadel hingga tidak mampu berbicara.

Selain faktor-faktor di atas, risiko seorang anak menjadi gagap juga dapat meningkat jika ia berjenis kelamin laki-laki atau mengalami stres, seperti akibat terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan atau menerima perundungan dari teman-temannya.

Advertisement

Cara Mengatasi Gagap pada Anak

Penanganan gagap pada anak mungkin tidak akan menghilangkan gagapnya secara keseluruhan. Penanganan ini lebih bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bicara, komunikasi, dan partisipasi anak dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengatasi gagap pada anak, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Lakukan terapi wicara

Jika anak mengalami kesulitan bicara atau gagap, janganlah ragu untuk membawanya ke dokter. Untuk menentukan penyebab gagap yang dialami oleh anak, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, evaluasi tumbuh kembang, dan pemeriksaan psikologis.

Advertisement

Setelah itu, dokter dapat memberikan penanganan sesuai penyebab gagap pada anak. Beberapa upaya yang dapat dilakukan dokter untuk mengatasi gagap adalah terapi wicara dan psikoterapi.

2. Latihlah kemampuan bicara anak secara rutin

Selain mendapatkan penanganan dari dokter, disarankan pula untuk melatih kemampuan bicara anak di rumah. Menghadapi anak yang gagap memang memerlukan kesabaran lebih banyak. Oleh karena itu, dengarkan dengan baik dan saksama apa yang diucapkan oleh anak.

Jangan biarkan anak mengetahui ada yang merasa terganggu atau tidak sabar ketika dia sedang berbicara. Selain itu, sebisa mungkin hindari memotong pembicaraannya, menyelesaikan kata-katanya, atau terus bertanya apa yang ingin ia katakan.

3. Upayakan untuk selalu bicara dengan tenang

Advertisement

Selain memperhatikan apa yang anak katakan, cobalah untuk bicara dengan tenang dan perlahan. Buatlah suasana rumah menjadi tenang, nyaman, dan mintalah anggota keluarga lain untuk berbicara dengan tenang juga kepada anak.

4. Hindari perkataan tertentu

Ketika mengetahui anak mengalami gagap, mungkin orangtua ingin mengatakan, “Bicaralah pelan-pelan!” atau “Cobalah bicara lebih jelas!”. Meski tujuannya baik, dianjurkan untuk menghindari perkataan tersebut agar anak tidak kehilangan kepercayaan dirinya.

5. Ajaklah anak membaca

Bisa juga anak diajak untuk membaca dengan suara yang keras. Cara ini dapat mengajarkan anak untuk bernapas dengan baik saat berbicara. Meski mungkin awalnya sulit, cobalah untuk membantunya secara perlahan.

Advertisement

Selain itu, cobalah luangkan waktu untuk bicara berdua saja dengan anak. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dalam berkomunikasi.

Gagap pada anak sering kali bisa mengalami perbaikan dalam waktu beberapa bulan, asalkan rutin dilatih dan membimbingnya dalam berbicara. Namun, jika gagap pada anak tidak kunjung hilang setelah lebih dari 6 bulan, sebaiknya segera konsultasikan hal ini kepada dokter anak.***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement