Connect with us

Ekonomi

Duh! Rupiah Melemah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Transaksi Money Changer di Cirebon Meningkat

Diterbitkan

pada

FAKTUAL-INDONESIA : Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level Rp18.000 per dolar memicu lonjakan transaksi penukaran valuta asing (valas) di sejumlah money changer di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Kondisi tersebut dimanfaatkan masyarakat yang memiliki simpanan mata uang asing untuk memperoleh keuntungan dari penguatan dolar AS. Peningkatan transaksi terlihat dari berbagai kalangan, mulai dari pebisnis, investor, hingga pekerja migran yang memilih menukarkan valas mereka ke rupiah.

Baca Juga : Di Tengah Dinamika Nilai Tukar Rupiah, Pemerintah Yakin Fundamental Ekonomi Nasional Tetap Kuat

Salah satu money changer di Cirebon, Dolarasia, mencatat kenaikan transaksi hingga 30 persen dalam beberapa hari terakhir. Jika pada kondisi normal jumlah pelanggan berkisar 50 hingga 60 orang per hari, kini meningkat menjadi sekitar 80 orang setiap hari.

Kepala Cabang Dolarasia Cirebon, Samuel, mengatakan pihaknya terus memberikan informasi terkini mengenai pergerakan kurs kepada pelanggan. Menurutnya, penguatan dolar AS menjadi faktor utama meningkatnya aktivitas penukaran valuta asing.

Advertisement

Baca Juga :  Rupiah Kamis 4 Juni 2026: Ingat! Sudah Lewat Rp18.000 Perdolar AS, Tanda Apa Ini?

“Peningkatan transaksi saat ini mencapai sekitar 20 hingga 30 persen. Kami rutin memberikan informasi perkembangan kurs kepada pelanggan. Sebagian langsung menukarkan valas yang dimiliki, sementara sebagian lainnya masih memilih menunggu dengan harapan nilai dolar kembali menguat,” kata Samuel, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, mata uang yang ditukarkan pelanggan tidak hanya dolar AS, tetapi juga dolar Singapura, yen Jepang, dolar Taiwan, dan sejumlah mata uang asing lainnya yang mengalami penguatan terhadap rupiah.

Samuel menuturkan, transaksi penukaran dolar AS umumnya didominasi kalangan pebisnis dan investor yang ingin memanfaatkan momentum kurs. Sementara itu, penukaran yen Jepang dan dolar Taiwan lebih banyak dilakukan oleh pekerja migran yang baru kembali ke Indonesia.

Baca Juga : Rupiah Rabu 3 Juni 2026: Ya Ampun, Terlemah Sepanjang Masa Lagi, Nyaris dan Berpotensi Lewati Rp18.000

“Untuk dolar AS biasanya berasal dari pebisnis atau investor. Sedangkan yen Jepang dan dolar Taiwan mayoritas ditukarkan oleh pekerja migran yang membawa hasil pendapatan mereka dari luar negeri,” ujarnya.

Menurut Samuel, tren peningkatan transaksi diperkirakan masih berlanjut apabila dolar AS terus menguat dalam beberapa waktu ke depan. Saat ini, sejumlah pelaku usaha dan investor masih menerapkan strategi wait and see sambil mencermati perkembangan pasar valuta asing.

Advertisement

Fenomena meningkatnya aktivitas penukaran valas di Cirebon menunjukkan bahwa pergerakan nilai tukar tidak hanya berdampak pada sektor perdagangan dan investasi, tetapi juga memengaruhi keputusan masyarakat dalam mengelola aset dan simpanan yang dimiliki dalam bentuk mata uang asing.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement