Connect with us

Nusantara

PPKM Level 1, Warga Kota Mojokerto Jangan Abai

Diterbitkan

pada

Seorang warga Mojokerto, saat divaksin. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Vaksinasi di Kota Mojokerto sudah menuju capaian maksimal. Percepatan vaksinasi Covid-19 yang sudah dilakukan ternyata ikut andil mendorong wilayah ini turun ke PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1.

Menurut Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, beberapa bulan sejak dikeluarkan Inmendagri 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Wilayah Jawa Bali, Kota Mojokerto berada pada level 3. “Alhamdulillah sekarang masyarakat di Kota Mojokerto sudah melakukan Vaksinasi semua dengan capaian sangat maksimal,” ujarnya, Rabu (20/10/2021).

Penilaian wilayah aglomerasi dihitung sebagai satu kesatuan dan untuk penilaian Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Seiring dengan pencapaian vaksinasi yang melebihi target, akhirnya Kota Mojokerto turun ke level 1 PPKM.

Selain Mojokerto, empat kota lain juga menyandang status yang sama. Diantaranya Kota Surabaya, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Pasuruan. Berdasarkan Inmendagri nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 (tiga), Level 2 (dua), dan Level 1 (satu) Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah Jawa dan Bali, maka Gubernur, Bupati/Walikota agar melaksanakan sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen dan untuk melengkapi pelaksanaan PPKM tersebut.

Ita menjelaskan bahwa penetapan level wilayah ini berpedoman pada Indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan. Ditambahkan dengan indikator capaian total vaksinasi dosis 1 (satu) dan vaksinasi dosis 1 (satu) lanjut usia di atas 60 (enam puluh) tahun dari target vaksinasi.

Advertisement

Pihaknya berharap, masyarakat Kota Mojokerto untuk tidak euforia berlebihan. Terkait penerapan QR Code semua tempat pelayanan masyarakat, perkantoran, pusat perbelanjaan dan fasilitas umum, pihaknya sudah menempelkan QR Code peduli lindungi pada tempat-tempat tersebut.

Di tempat terpisah, seorang warga Kecamatan Bangsal, Kota Mojokerto, Budi Purnomo mengaku lega wilayahnya sudah turun ke level 1. Pihaknya berharap, kegiatan perekonomian bisa segera pulih sehingga pendapatan keluarganya ikut terdongkrak naik.

Pada saat yang sama, dia juga berharap ada kebijakan yang lebih lunak terkait pembelajaran tatap muka (PTM). “Kami orangtua murid sudah kewalahan mendampingi anak yang sekolah online. Bukan hanya soal pulsa, saya juga khawatir anak-anak bakal kesulitan bergaul kalau tidak bertemu dengan teman-teman sebayanya,” ujarnya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement