Shopping
Promosikan QRIS di Pasar Mama-Mama Papua, Menpora Beli Kopi Rp 1,6 Juta

Menpora Zainudin Amali menutup Festival PON Kopi Papua, sinergitas dan kolaborasi para pelaku UMKM, Pemkot Jayapura, dan PB PON yang didukung oleh BI Perwakilan Papua.
FAKTUAL-INDONESIA: Berkantor di Jayapura selama pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 Papua, aktivitas Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sangat padat.
Bukan saja memantau penyelenggaraan dan pertandingan namun juga ikut melihat dan merasakan secara langsung dampak kehadiran PON terhadap kegiatan ekonomi rakyat di Bumi Cendrawasih.
Di sela-sela kunjungannya dari arena ke arena pertandingan cabang olahraga, Menpora menyempatkan diri mengunjungi pasar tradisional mama-mama Papua di Jayapura.
Dalam kunjungan tersebut, Menpora didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua, Naek Tigor Sinaga, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi UKM, dan Tenaga Kerja (Perindagkop) Provinsi Papua Omah Laduani Ladamay dan Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti.
Di pasar mama-mama, terpajang beberapa produk-produk asli Papua yang dikemas secara modern. Produk-produk tersebut dilelang di hadapan Menpora dan pejabat Pemda Papua tersebut.
Kopi Arabica dan kopi Tiom asli buatan anak Papua berhasil dibeli Menpora Amali dalam lelang tersebut seharga 1.6 juta rupiah.
“Hal ini seperti apa yang sudah kita canangkan bahwa PON harus sukses prestasi, sukses penyelenggaraan, sukses administrasi dan sukses ekonomi masyarakat. Dan hari ini kita sudah bisa lihat hasilnya. Dan ini bukti nyata,” kata Menpora.
Zainuddin Amali berharap masyarakat yang mengunjungi Papua dan menonton langsung pertandingan PON XX untuk dapat menikmati kopi asli Papua yang dipamerkan dalam Festival PON Kopi Papua dan UMKM Kota Jayapura.
“Ini adalah kopi-kopi asli Papua. Papua punya banyak jenis kopi. Anda menyesal kalau tidak menikmati kopi Papua,” kata Menpora Amali saat mengunjungi stan kopi Papua dalam festival yang berlangsung di Terminal Mesran Kota Jayapura, Sabtu.
Menpora mengatakan Festival yang digelar oleh Perwakilan Bank Indonesia di Papua dan didukung oleh Pemerintah Kota Jayapura bersama sejumlah pemangku kepentingan ekonomi itu membuktikan dampak ekonomi penyelenggaraan PON Papua.
Dalam Festival itu, Menpora juga turut mempromosikan penggunaan kode digital transaksi keuangan (QRIS) setelah promosi serupa di Pasar Mama-Mama Papua.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengatakan jumlah usaha mikro, kecil dan menengah yang mengikuti festival itu mencapai 100 pelaku usaha yang terdiri dari 40 usaha komoditas kopi, dan 60 usaha kerajinan serta kuliner.
“Minat masyarakat juga luar biasa dengan total pengunjung hingga sore ini mencapai sekira 20 ribu orang atau meningkat 42 persen dibanding festival serupa pada 2019 yang digelar secara luring,” kata Tigor Sinaga.
Tigor menambahkan penyelenggara festival juga memberlakukan screening vaksinasi sebagai upaya memenuhi protokol kesehatan, selain penyediaan vaksin dan tes antigen secara gratis untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Dari seluruh pengunjung yang melaksanakan tes kesehatan, semuanya mendapatkan hasil negatif,” kata Tigor.
Sementara itu, para pedagang di pasar mengaku senang dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua karena bisa meningkatkan penjualan mereka.
“Berkat adanya PON Papua ini penjualan meningkatkan dua kali lipat,” kata salah satu pedagang bernama Hasme di Pasar Hamadi, Jayapura.***
= = = = = = = = =
‘HUBUNGI KAMI’
Apakah Anda tertarik dengan informasi yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki informasi atau ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com
Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***
= = = = = = = = =













