Connect with us

Olahraga

Pembukaan PON XX: Keramahan Papua membuat Peserta Merasa Sebagai Tamu Terhormat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman memberikan sambutan pada acara pembukaan PON XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (2/10/2021)

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman memberikan sambutan pada acara pembukaan PON XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (2/10/2021)

FAKTUAL-INDONESIA:  Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman memberikan apresiasi terhadap pemerintah, insan olahraga dan seluruh masyarakat Papua yang akhirnya mampu menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 meskipun banyak cobaan yang menghadang termasuk pandemi virus corona (Covid-19).

Dengan berhasil menyediakan tempat pertandingan yang bertaraf nasional maupun internasional serta keramahan masyarakat Papua membuat seluruh peserta PON XX yang berasal dari 34 KONI Provinsi di seluruh Indonesia merasa sebagai tamu terhormat di Bumi Cendrawasih yang indah.

“Kami harapkan PON Papua dapat bermanfaat baik dalam pembinaan olahraga prestasi dan melahirkan atlet masa depan yang dapat meningkatkan harkat dan martabat Indonesia,” kata Marciano Norman lebih lanjut dalam sambutan pembukaan PON XX di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (2/10/2021).

Marciano Norman menekankan pentingnya sportivitas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021. Setiap kontingen di 34 provinsi, katanya, boleh saling bersaing untuk menjadi yang terbaik di multicabang empat tahunan tersebut, tapi seluruh kontingen tetap harus mengedepankan sportivitas demi melahirkan atlet-atlet masa depan Indonesia yang dapat mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

“PON Papua juga digunakan sebagai ajang untuk meningkatkan silaturahmi dan menciptakan suasana kebersamaan, saling berlaga untuk menjadi yang terbaik namun tetap mengedepankan sportivitas dan persatuan bangsa,” ujar Marciano.

Advertisement

Marciano mengakui bahwa persiapan PON Papua mengalami berbagai kendala, di antaranya terhambatnya persiapan sarana dan prasarana, perangkat pertandingan hingga pelaksanaan PON yang harus dilangsungkan dalam situasi pandemi.

Kendati demikian, kendala tersebut dapat diatasi dengan baik sehingga PON Papua dapat digelar sesuai jadwal pada 2 Oktober. Keberhasilan PON, menurutnya, menjadi momen untuk menunjukkan bahwa Indonesia bisa menerapkan kedisiplinan dan patuh terhadap protokol kesehatan. ***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement